Berburu Promo untuk Liburan Bareng Orang Tua

JD Flight JD hotel

Bruk! Tahu-tahu sesuatu yang besar menindihin saya. Saya terbangun, dan ternyata di atas muka saya sudah ada wajah anak saya yang cengar-cengir lebar. “Mama, bangun!”

Saya mengernyit ketika nyadar di pipinya ada butiran nasi. “Kamu sudah makan?” tanya saya sambil ngucek-ngucek mata. Lha biasanya untuk makan itu, dia nunggu saya suap kok.

Tahu-tahu ibu saya nongol sambil bawa mangkok kecil. Tangannya main-mainin sendok di mangkok. “Kowe turu ae.. Anak-e wis ta’ dulangi semur ket mau!” (Kamu tidur saja.. Anaknya sudah aku suapi semur sejak tadi)

Saya nyengir dalam hati. Oh indahnya liburan di rumah kakek-neneknya Fidel. Saya bisa bangun rada siangan karena sudah ada yang manasin bahan sarapan, wkwkwkwk..

Read more

Ritual untuk Orang Kurang Tidur

Facial di Gloskin Aesthetic Clinic

Review treatment di Gloskin ini saya tulis setelah saya jalanin facial untuk melembabkan wajah di cabang Gloskin di Mayjen Sungkono, Surabaya.

Selamat malam!

(saya sotoy, padahal yang baca blog ini baru bangun pagi, wkwkwkwk..)

Jadi, saya baru iseng buka-buka laporan Google Analytic saya. Dari sana saya dapet insight bahwa ternyata pengunjung terbanyak blog ini paling sering dateng malem-malem. Yaa kira-kira antara jam 10 malem sampai subuh gitulah. Setelah jam enam pagi, traffic mulai menurun. Membuat saya terbengong-bengong, emangnya kaleyan nggak pada tidur, ya?

Malah yang lebih ajib lagi adalah data yang saya dapet dari data pengunjung mingguan. Kunjungan paling banyak terjadi pada malam Jumat, atau lebih tepatnya Jumat dini hari. Karena saya tahu sebagian besar dari pengunjung blog ini sudah pada punya pasangan sah semua, saya pun makin tercengang, atau lebih tepatnya tersanjung. Jadi..kalian habis melakukan sunnah rosul itu rame-rame pada baca blog saya, gitu? (Why me? Why my blog..?)

Yang membuat saya menarik sebuah kesimpulan penting: My visitors mostly are insomniac.

Read more

Kitchen Hygiene Rules Rooted in Asian Culinary Tradition

Daily Rituals Behind Clean Nasi Langgi. The strength of a nasi langgi kitchen comes from discipline in the smallest details. Washing hands before handling rice or side dishes is more than routine—it’s protection against refund requests and food waste. Sanitizing chopping boards, wiping down counters, and storing spices in airtight containers prevent cross-contamination, which reduces costly batch throwaways. Utensils also tell a story about your commitment. A ladle left crusted with sauce from the day before raises doubts about freshness and risks a spoiled pot of rice that must be discarded. On the other hand, a gleaming spoon or spotless serving tray reassures customers even before they take their first bite, building confidence that translates into repeat sales. Consistency is key. Hygiene isn’t something you display during health inspections only; it must be visible every single day. When staff see rules as [second nature] rather than special procedures, your entire operation becomes leaner: less wasted inventory, fewer surprise cleanups, and more uninterrupted revenue.

Do you realise how quickly a single hygiene slip can scare away customers and damage your reputation? Kitchen hygiene rules are daily practices that decide whether your food builds loyalty or even invites complaints. Handwashing, sanitising surfaces, safe storage, and clean utensils form the frontline defence against foodborne illness like diarrhoea. In Asian shops (which offer nasi … Read more