Cukup Sudah!

Cukup sudah. Kau datang bulan September. Aku panik setengah mati. Kau datang lagi seminggu kemudian. Aku panik lagi. Aku tak siap menyambutmu. Tadi malam kau datang lagi. Tidak bilang-bilang. Aku marah. Marah! Tahukah kau, jika kau datang, aku buru-buru berlari keluar rumah. Aku takut rumah runtuh menimpaku. Aku takut aku tak selamat. Aku takut kota … Read more

Proyek Superstar

Anda jeli nggak, bahwa penyanyi-penyanyi yang berserakan di tivi dan radio-radio itu-itu aja? Beberapa talent bertahan terus-menerus ngeluarin album baru, tapi sebagian besar lainnya datang dan pergi. Itu sebabnya diperlukan ajang perekrutan penyanyi, yang kira-kira puncak keemasannya bisa bertahan lama, dan nggak akan ngetop semusim alias jadi one hit number doang.

Read more

Label-label Sesat

Ada sebuah cerita menarik dari rumah sakit tempat dulu gw kerja magang sebagai koass. Unit gawat darurat dari rumah sakit itu dulu dibagi jadi empat ruangan, yaitu UGD Bedah, UGD Anak, UGD Interne, dan UGD Kebidanan. Nah, pasien yang dateng sering kebingungan mereka mesti dateng ke UGD yang mana. Maka diberdayakanlah satpam buat bantu pasien supaya nggak kesasar ke UGD yang “salah”. Para dokter menatar satpam begini, “Pak, kalau pasiennya orang kecelakaan, pergi ke UGD Bedah. Kalau pasiennya masih bayi, perginya ke UGD Anak. Kalau pasiennya cuman sesak napas, anterin ke UGD Interne. Terus, kalau pasiennya ibu-ibu yang mau melahirkan, bawa ke UGD Kebidanan.”

Gituan sih, satpam gampang-gampang aja ngertinya. Sambil merem juga bisa kan? Sampek suatu hari datenglah ibu-ibu hamil yang ketubannya pecah. Dia naik becak menuju rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit, ternyata becaknya ditabrak mobil. Akibatnya si ibu jatuh dan luka-luka. Terus karena kesakitan, ternyata penyakit bengeknya si ibu kumat. Tiba di pintu UGD, satpamnya kebingungan, ini ibu mau dibawa ke ruangan UGD yang mana??

Read more