In Harmony Clinic Membantu untuk Imunisasi Hepatitis B

penularan hepatitis B penyakit hepatitis B

Sampai kami besar dan mau lulus kuliah, kami baru ngeh bahwa pengalaman diimunisasi masing-masing ternyata masih kurang. Akibatnya menjelang kami lulus, nggak cuma skripsi yang kami pusingkan, karena kami juga terpaksa mengantri di klinik demi bikin janji  untuk imunisasi hepatitis B.

Pengalaman Vaksinasi Hepatitis B

Kejadiannya sekitar tahun 2003. Saya mahasiswa semester enam fakultas kedokteran. Satu tahun lagi mestinya kami akan lulus sarjana. Tahun depan kami akan melanjutkan petualangan sekolah berdarah-darah lagi dengan menjadi dokter muda magang di rumah sakit (waktu itu istilahnya koasisten, alias koass). Beberapa teman saya mulai kasak-kusuk cari fasilitas untuk mendapat vaksinasi hepatitis B. Alasannya, karena nanti sewaktu menjadi koass, kami akan sering kontak dengan pasien apapun, termasuk pasien penyakit hepatitis B. Supaya nggak ketularan, sebaiknya kami melindungi diri dengan menyuntik diri kami sendiri dengan vaksin hepatitis B.

Kenapa yang dicari vaksin hepatitis B? Sebab penyakit hepatitis B adalah penyakit yang menewaskan, dan sampai sekarang belum ada obatnya. Ya ada sih obat untuk melumpuhkan virus hepatitis B, tapi harga obat itu terhitung mahal di Indonesia, bahkan sampai sekarang. Hepatitis B menular melalui media darah, misalnya pada jarum suntik yang tercemar darah dari penderita hepatitis B. Sebagai dokter, tentu saja kami akan sering berurusan dengan jarum suntik, dan kecelakaan tertusuk jarum suntik bisa saja terjadi, kan? Jadi kalau kami sampai ketularan hepatitis B cuma gegara menolong pasien, ya wassalam.

Read more

Masakan Ikan Tuna Cepat Saji untuk Si Sibuk

masakan ikan tuna menu ikan

Pas bulan puasa begini, saya sibuk refreshing ide untuk bikin makanan cepat saji. Karena proyek artikel yang dioper ke saya makin banyak saja, padahal saya juga tergopoh-gopoh mesti memasak buat anak dan suami. Makin hari saya kudu makin lihai nyiapin masakan dalam tempo cepat, padahal seringnya makanan yang cepat dimasak itu berbanding terbalik dengan kadar kenikmatan masakan. Jadi untuk alasan cepat, saya biasanya pilih menu ikan. Soalnya, ikan nggak kayak daging yang mesti dimasak dulu sampai matang, dan nggak kayak ayam yang kalau dipanasin lama-lama pun banyak protein di dalamnya yang rusak. Dan di Surabaya tempat saya tinggal, paling gampang mencari masakan ikan laut karena posisi geografisnya yang di pinggir pantai.

masakan ikan tuna masak ikan tuna
Sandwich isi olahan ikan tuna Otaji. Gambar diambil dari sini

Kalau ditanya masakan ikan laut favorit saya itu apa, saya sih bakalan jawab: tuna. Karena tuna gampang dimakan lantaran nggak mengandung banyak tulang. Manfaat ikan tuna sudah jelas, semua orang pun tahu bahwa ikan tuna itu banyak gizinya. Kalsiumnya banyak, omega tiganya banyak, dan untuk versi fillet sering saya kasih ke bayi saya untuk urusan nutrisi. Tuna versi kalengan pun banyak ditemukan di supermarket, dan seringkali saya beli lantaran tuna kalengan merupakan masakan cepat saji, alias sudah siap dimakan tanpa harus repot-repot memasaknya dulu di atas kompor (solusi buat yang doyan travelling dan seringkali harus makan di dalam mobil yang sedang berjalan). Dan satu lagi, menu ikan tuna itu jarang bau amis, biarpun termasuk ikan laut juga.

Tapi saya seringkali kesulitan dengan menu ikan yang satu ini. Entah kenapa saya nggak pernah lulus dalam urusan cara memasak ikan, bahkan termasuk masak ikan tuna. Perawakannya yang kecil-kecil tanpa tulang bikin tuna cepet rapuh di wajan (kalau kita ngeyel mau beli tuna fillet, bukan tuna kalengan yang ada pengawetnya). Kalau saya panaskan di atas kompor, saya balik dikit aja, badannya langsung hancur. Iya nggak ngefek kalau dimakan sendiri. Yang repot itu kalau mau dijadiin toppingnya bruschetta (saya kan pernah nulis di sini bahwa saya senang bikin bruschetta), kalau badannya hancur kan ya malu-maluin kalau mau difoto. Makanya saya jarang banget ngunggah foto masakan ikan tuna saya ke Instagram. Lha gimana mau difoto, begitu ikan tunanya saya jepit, perutnya langsung hancur, pyurr..

Read more