Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Pikun

bahagiadirumah keluarga bahagia Vicky Laurentina

Orang tua yang sudah pikun cenderung mengalami kemunduran di semua lini kehidupan; baik kekuatan fisik, daya ingat, dan kadang-kadang, empati. Anak-anak mereka mesti menopang orang tua mereka ini, mulai dari membantunya melakukan aktivitas sehari-hari sampai menanggung finansial. Kesabaran anak untuk menghadapi orang tua diuji karena orang tua yang pikun sudah banyak lupa; mereka sering lupa di mana menaruh barang mereka, mereka lupa nama-nama banyak orang (dan bahkan lupa nama cucunya sendiri), mereka lupa ini hari apa, bulan apa, bahkan tahun berapa. Saking banyak lupanya, kadang-kadang cara bicara mereka sudah tidak karuan sehingga bisa bikin orang lain tersinggung. Makanya, bagi anak-anak yang punya orang tua yang sudah pikun ini, berbakti kepada orang tua mereka bisa jadi tantangan tersendiri. Kali ini saya akan cerita bagaimana keluarga saya berbakti kepada Grandma saya yang sudah pikun.

Selama bertahun-tahun di blog ini, saya sudah bolak-balik bercerita tentang keluarga, terutama Grandma. Tapi biarlah kali ini saya akan menceritakan tentang beliau untuk kesekian kalinya. Saat ini Grandma sudah berusia 94 tahun. Beliau anak pertama dari 10 bersaudara, dan tujuh adiknya sudah meninggal. Beliau menikah dua kali, dan suami-suaminya itu sekarang sudah meninggal. Dari pernikahannya, beliau mendapatkan empat orang anak, dan anaknya yang kedua sudah meninggal dua bulan lalu. Luar biasa berapa banyak orang-orang terdekatnya yang sudah satu per satu wafat, sementara beliau hari ini masih saja segar-bugar tanpa penyakit apapun (kecuali jika kepikunan dianggap sebagai suatu penyakit). Jadi setiap kali beliau ketemu orang dan mengobrol, beliau selalu mengucapkan umurnya itu dengan bangga, seolah-olah itu pencapaian terbaik yang beliau dapatkan (dan memang iya sih, hahaha..)

Tetapi menjadi lansia yang pikun tetap saja masalah besar. Grandma menderita short term memory loss, kehilangan ingatan jangka pendek. Ingat Dory di film Finding Nemo, ikan koi yang lupa setiap lima menit? Nah, Grandma saya seperti itu. Mengobrol dengan Grandma adalah aktivitas yang bisa bikin badan pegel biarpun cuman duduk doang. Apa yang dibicarakan lima menit lalu, Grandma cepat lupa. Kalau saya mengobrol dengan Grandma, Grandma bisa menanyakan nama saya setiap lima menit, kadang-kadang malah setiap tiga menit. Iya, saya cucunya, dan karena saya cucu yang berbakti dan kepingin masuk surga, jadi saya meladeni pertanyaannya yang repetitif itu. Tapi orang lain kan belum tentu sesabar itu. Dan karena saya mempunyai nenek yang seperti ini, saya selalu maklum kenapa orang muda hampir selalu malas ngobrol dengan lansia.

Read more

Ada Surprise buat Tanggal Tua di MatahariMall.com

tanggal tua di MatahariMall.com

Tanggal tua selalu menyerang dompet kita setiap bulan, tetapi menurut saya, nggak ada yang lebih spesial dari tanggal tua di bulan Mei. Lho, kenapa?

Alasannya, bulan Mei ini justru saat pas orang tua  lagi angot-angotnya kekep dompet. Anak-anak mau liburan sekolah, jadi orang tua kudu siap dipalak but diajakin liburan kenaikan kelas yang sepertinya lama tiada berakhir. Mesti siap ngajakin anak keluar kota, atau paling enggak ngajakin anak main di taman-taman kota aja kalau memang nggak akan pergi jauh. Bahkan yang anaknya cuman main di rumah aja pun, orangtuanya kudu siap ngasih sesajen setiap hari.

Padahal liburannya juga dalam rangka anak-anak ini naik kelas. Naik kelas, Gaes, artinya ya kudu belikan seragam sekolah baru karena baju putih yang lama udah pada bulak dipakai setiap hari. Lebih parah lagi kalau anaknya bukan naik kelas tapi naik level alias lulus dan kudu cari sekolah baru. Mendadak frase uang pangkal, uang bangunan, SPP, jadi kosakata yang bikin perut senep.

Read more

Reservasi Kamar Hotel “Last Minute”

kamar hotel backpacker

Ini terjadi tahun lalu, sewaktu suatu hari Senin saya mendadak dilarikan suami saya ke rumah sakit karena saya merasa akan melahirkan. Suami saya menelepon orang tua saya di Bandung, dan seketika mereka langsung menyiapkan backpack mereka ke bandara dan terbang ke Surabaya. Mereka tiba malam itu juga di rumah sakit, menonton saya sedang mengerang-erang kesakitan karena kontraksi.

Read more