Kalau Anda ingin ikutan mendirikan online shop di Indonesia dan kepingin meraup pangsa pasar yang besar, Anda mungkin sudah melihat bahwa ceruk pasar di Indonesia ini cukup sempit. Penduduk Indonesia yang doyan belanja online nggak sampai 10%, situs jualan online yang besar-besar dikuasai nama itu-itu saja, padahal menurut artikel ini, minat untuk beli barang di internet terus meningkat 20% setiap tahunnya.
Kita mungkin kepingin bisa jualan di Lazada Indonesia misalnya, tetapi terhambat biaya tertentu. Karena seperti halnya aneka situs jualan online besar lainnya di Indonesia, Lazada memasang syarat agar kita membayar sejumlah tertentu supaya boleh berjualan di sana. Padahal situs-situs semacam itu (seperti contohnya fashion online shop Indonesia macam Berrybenka, Hijabenka, Sociolla, dan lain-lain) sudah punya nama yang terkemuka, sehingga telah menjadi penjual terpercaya di kalangan konsumen belanja online di Indonesia.
Mungkin Bukalapak yang sama bekennya pun lebih mudah, karena untuk berjualan di situs jualan online yang satu itu gratis. Tetapi jika kita nggak punya produk yang unik, kita juga sama saja dengan para kompetitor yang sudah berjualan duluan di situs penjualan online terpercaya itu.
Jadi, gimana caranya supaya bisa berwiraswasta dengan menjadi penjual terpercaya, tapi dengan sumber daya yang cukup minim?