Saya ingat sekitar beberapa hari yang lalu ada seorang kawan nanya serius kenapa banyak orang kepingin punya HP baru menjelang Lebaran. (Waktu itu saya mau jawab, cuman perasaan elu doang kali..), tapi terus saya ingat lagi bahwa saya pernah nulis bahwa kalau orang Indonesia punya sedikit anggaran untuk bersenang-senang, maka yang terutama kali dia lakukan adalah membeli smartphone.
The problem is, tahun ini masih bukan tahun yang bagus untuk membeli smartphone yang canggih-canggih. THR mungkin sudah turun minggu ini, tetapi seperti biasa orang-orang kita terlampau boros untuk membeli baju baru, sendal baru, sarung baru, et cetera et cetera. Lha sisa berapa dong kalau mau belanja smartphone baru?