Spa yang Bisa Dimakan

mengangkat sel kulit mati
Apa? Spa-nya bisa dimakan? Ada, gitu?
Spa Kesukaan Saya

Saya senang spa semenjak 10 tahunan lalu. Menurut saya, spa sudah termasuk jadi bagian dari perawatan kesehatan buat tubuh.

Makanya kalau lagi lewat salon, saya selalu mencari apakah salonnya itu sedia perawataan spa atau enggak. Spanya diapain, pijat doang atau lulur juga. Dan spanya higienis atau enggak.

Buat standar saya, spa yang paling ajib itu harus termasuk pelayanan lulur. Pasalnya, lulur ini punya manfaat eksfoliasi sel-sel kulit mati dengan butir-butiran kasarnya itu. Dan buat saya, lulur justru yang paling sulit saya kerjakan sendiri di rumah.

Read more

Cinta Absurd untuk Ibu

Vicky Laurentina with mom
Lebaran buat saya hanyalah satu lagi tanggal merah yang lain.
Lebaran yang Sama Setiap Tahun

Bukannya saya nggak cukup religius. Tapi bagi saya pribadi, lebaran hanya terasa value-nya ketika sedang sholat Ied berjamaah bareng keluarga. Keislaman saya untuk nilai hari raya ini cuman saya hayati sampai imam sholat Ied mengucap salam, tetapi dalam sisa hari itu, aktivitas Lebaran di keluarga saya didominasi makan pagi dan makan siang bareng.

Dan mungkin sedikit wefie-wefie-an pakai baju bekas sholat Ied.

Kenapa wefie-wefie-an? Karena alasan yang sama seperti judul album pertamanya The Cranberries, “Everybody Else Did It, So Why Didn’t We?

Read more