I am a content strategist who loves blogging about planning and optimising content for marketing insights. See my profile page to find out more about me. Follow me on LinkedIn and Instagram.
Ingat saya pernah cerita di sini tentang peluang bisnis rental mobil dari mobil yang dimiliki di garasi rumah kita? Nah, semakin lama trend usaha rental mobil semakin meningkat, seiring dengan semakin seringnya orang ingin bepergian. Nyatanya, biarpun permintaan konsumen akan mobil untuk rental ini begitu banyak, tetapi menjalankan bisnis sewa mobil tetap punya kendala. Salah satunya adalah bagaimana mencari konsumen untuk bisnis penyewaan mobil tersebut. Apalagi kalau lokasi usaha penyewaan mobil ini berada di daerah basah.
Bukan, maksud saya tentang daerah basah bukanlah daerah yang sering kebanjiran.
Sinting, saya pikir demikian sewaktu memutuskan untuk mengikuti lomba blog ini. Jadi cerita lengkapnya begini. Kira-kira minggu lalu, saya dapat kabar entah di mana (saking banyaknya forum blogging yang saya ikuti), bahwa perusahaan hardware Asus Indonesia hendak menggelar acara yang melibatkan blogger di Surabaya. Mereka mengedarkan semacam formulir untuk diisi blogger, lalu mereka akan seleksi … Read more
Ketika banyak marketplace online ramai-ramai ngumumin bahwa mereka sedang discount besar-besaran untuk produk kosmetik, saya pun iseng riset di Google Trend tentang kosmetik apa yang sedang beken. Ternyata yang keluar skornya paling banyak adalah bahan make-up. Saya mengerutkan kening, kenapa bukan bahan skin care.
Nampak pada screenshot Google Trends berikut bahwa di wilayah Indonesia, dalam 12 bulan terakhir, orang jauh sering mengetik kata “bedak” dan kata “pemutih wajah” pada Google Search ketimbang mengetik kata “body lotion”, “sunblock”, apalagi “sunscreen”.
Trend saat ini, lebih mudah menjual bedak daripada menjual tabir surya. Screenshot hari ini.
Trend Minat Konsumen terhadap Belanja Bahan Kecantikan
Sewaktu saya lagi menjalankan tugas saya mengontrol service quality pada beberapa counter dari sebuah toko kosmetik premium (kebetulan saya adalah mystery shopper langganan untuk bidang beauty), SPG-nya selalu menggiring saya ke rak make-up. Saya sempat curiga bahwa seolah-olah mereka bakalan dapat komisi dari rak itu. Sebagai ilustrasi ya, sebuah foundation selalu dihargain lebih mahal daripada sebotol body lotion. Padahal foundation itu habisnya lama, ketimbang body lotion. Kan mending jualan lotion, cepat habis supaya pelanggannya beli lagi?
Lalu saya pun iseng mendatangi beberapa counter kosmetik yang beda-beda, belagak pura-pura mau beli bedak. Tahu sendirilah, tiap merk kosmetik pun bisa punya banyak varian bedak. Tiap counter saya tanyain, mana varian bedak yang paling laku? Lalu SPG-nya selalu jawab, “Ini, Mbak, yang ini bikin kulit nampak lebih putih..”
Saya mengangkat alis keheranan.
Masa-masa ketika saya ingin kulit lebih putih sudah lama berlalu, karena sekarang saya punya prioritas lain dalam urusan berdandan. Tapi saya tetap terusik dengan apa yang sedang ngetrend di kalangan konsumen kecantikan, atau dalam posisi saya, kalangan tenaga kesehatan.
Jadi saya pun tanya kepada para kawan saya yang menjadi dokter kulit. Berapa banyak dari para pasien dokter kulit yang ingin kulitnya lebih putih? Jawaban mereka ternyata hampir sejalan dengan apa yang saya temukan di Google Trend dan di counter-counter kosmetik. Sekitar 60% orang Indonesia ingin kulitnya lebih putih.