Salah satu skill yang kini makin sering dicari oleh klien para travel blogger adalah bikin video marketing. Tapi untuk ini, kebanyakan so-called-travel-blogger masih bingung, video marketing itu apaan sih? Nah, kali ini saya mau cerita-cerita dikit tentang jenis-jenis video marketing yang kudu dikenal oleh travel blogger.
Content Creation
Building digital assets requires both imagination and execution. This category splits into two fundamental pathways that address different stages of my content journey.
Production
Launching our digital presence starts here. This subcategory walks you through constructing websites that convert, how I write copy that resonates, and develop social media content that sparks engagement. You’ll discover my techniques as I build pages, craft narratives, and create content that audiences actually want to consume. Master Production Basics
Enhancement
When I refine what’s already live, it unlocks hidden potential. My published content mostly performs at peak capacity as I optimise strategically and improve continously. This subcategory outlines my methods for enhancing existing content, including sharpening SEO, amplifying reach, and converting readers into qualified leads. Boost Existing Content
The Real Cost of Video Editing for Your Restaurant
Paying IDR 300,000 for just 10 seconds of a professionally edited video sounds like highway robbery to many restaurant owners. I get it. Most F&B entrepreneurs are accustomed to using iMovie or Canva, creating Instagram Stories as if it’s no big deal. But professional editing is more like cooking a tom yam from scratch, rather … Read more
Tanda-tanda Konten Marketing yang Keren
Ketika saya sedang blogwalking, saya sering banget menemukan blog yang dibuat oleh para pemilik online shop untuk menjual barang dagangan mereka. Kadang-kadang saya iseng menanyai para pedagang online shop ini, apakah blog mereka sudah membantu penjualan, karena komentar yang datang untuk setiap post tetap saja cuma sedikit. Ternyata banyak penjual yang masih belum merasakan manfaat dari blog yang mereka buat. Memang di sidebar blog itu sudah mereka cantumkan nomor telepon, tetapi kebanyakan penelepon cuma tanya-tanya, dan sedikit banget yang membeli. Pembelian masih efektif berasal dari mulut-ke-mulut, bukan dari traffic blog.
Pedagang lainnya yang sudah ngeblog malah punya keluhan lain. Posting mereka sering dibanjiri komentar-komentar anonim yang pasang link hidup, jualan obat kuat, dan ujung-ujungnya nyepam. Tidak heran kalau kemudian mereka merasa gagal ngeblog lantaran bosan menghapus para komentator spam, hahaha..
Mungkin problem-problem di atas bisa diminimalisasi jika konten marketing-nya kita perbaiki. Konten marketing yang bagus itu seperti apa sih?