Baju Couple Keluarga, Yay or Nay?

Salah satu teman saya punya anak empat orang. Masih kecil-kecil. Kalau dia bawa anaknya jalan-jalan, dia pusing sendiri, soalnya anak-anaknya periang banget, suka lari-lari ke sana kemari. Dia kerepotan ngejar-ngejar mereka satu per satu.

Problem jadi berlipat ganda kalau anak-anaknya itu ketemu teman-teman seumuran mereka. Dia pusing sendiri ngejar-ngejar anaknya, karena sering ketuker sama anak orang lain!

They look all the same!” cerita teman saya itu waktu curhat sama saya.

Lalu tibalah saatnya foto bareng keluarga besar. You know lah, jenis foto di mana kita foto bareng bude, pakde, opa-oma, sepupu-sepupu bersama anak-anak mereka. Kita rangkul anak kita di dekat kita buat berpose-massal-yang-nanti-kalo-dicetak-pasti-nggak-akan-keliatan-jelas-muka-kita-itu, tapi si kecil malah ngeyel mintak duduk deket sodara-sodara sepupunya yang sama kecilnya juga.

Pada waktu foto dicetak, nanti kan diabsen, mana kita, mana kakak kita, mana ibu kita, mana suami kita, mana anak kita. Kalau pun diabsen dan dijawab ngawur pun nggak ada bedanya, orang nggak peduli mana kita, apalagi yang mana itu anak kita. Kesimpulan dari foto keluarga besar itu selalu sama, “Oh, si Pak/Bu itu sudah punya anak cucu cicit banyak sekali..”

Dan itu membawa kita kepada pertanyaan iseng, “Terus ngapain anak kita dan pasangan kita didandanin baju bagus-bagus kalau ujung-ujungnya cuman jadi bagian kecil dari sebuah foto dan bagian kecil itu nggak terlalu bermakna?”

Read more

Launching Produk yang Bikin Saya Ketawa

Saya ingat sekitar beberapa hari yang lalu ada seorang kawan nanya serius kenapa banyak orang kepingin punya HP baru menjelang Lebaran. (Waktu itu saya mau jawab, cuman perasaan elu doang kali..), tapi terus saya ingat lagi bahwa saya pernah nulis bahwa kalau orang Indonesia punya sedikit anggaran untuk bersenang-senang, maka yang terutama kali dia lakukan adalah membeli smartphone.

The problem is, tahun ini masih bukan tahun yang bagus untuk membeli smartphone yang canggih-canggih. THR mungkin sudah turun minggu ini, tetapi seperti biasa orang-orang kita terlampau boros untuk membeli baju baru, sendal baru, sarung baru, et cetera et cetera. Lha sisa berapa dong kalau mau belanja smartphone baru?

Read more

Cinta Absurd untuk Ibu

Vicky Laurentina with mom
Lebaran buat saya hanyalah satu lagi tanggal merah yang lain.
Lebaran yang Sama Setiap Tahun

Bukannya saya nggak cukup religius. Tapi bagi saya pribadi, lebaran hanya terasa value-nya ketika sedang sholat Ied berjamaah bareng keluarga. Keislaman saya untuk nilai hari raya ini cuman saya hayati sampai imam sholat Ied mengucap salam, tetapi dalam sisa hari itu, aktivitas Lebaran di keluarga saya didominasi makan pagi dan makan siang bareng.

Dan mungkin sedikit wefie-wefie-an pakai baju bekas sholat Ied.

Kenapa wefie-wefie-an? Karena alasan yang sama seperti judul album pertamanya The Cranberries, “Everybody Else Did It, So Why Didn’t We?

Read more