My pops pulang ke rumah Grandma di Kreyongan weekend lalu, dan sebagai tanda sukacita Grandma pun metikin pohon rambutan di kebun belakang rumah buat dibawa pulang ke Bandung. My pops langsung resah gelisah, bukan lantaran ngeri bayangin dos-q bakalan nenteng-nenteng itu rambutan masuk ke dalam pesawat, tapi lebih takut itu rambutan bakalan kena radiasi kalau di-X-Ray pada pemeriksaan tas-tas di bandara. Kayak apa coba rasanya tuh rambutan kalau kena radiasi X-Ray? Jadi sebagai jalan keluar, karena sebelum pulang ke Bandung my Pops mampir ke Surabaya buat jengukin saya, maka itu rambutan pun ditinggal di rumah saya aja. Lagian tuh rambutan bakalan bernasib lebih baik kalau disimpan dalam perut saya daripada bonyok kena X-Ray bandara..
Persoalannya adalah nggak cukup perut saya dan perut my hunk buat menghabiskan rambutan-rambutan itu sendirian. Maka kami pun mencoba hobi lama kami yaitu memasak bersama, hihihihih.. Jadi terpikirlah kami untuk membuat…. juice rambutan!
*backsound lagu latar Doraemon ngeluarin benda ajaib*
Tentu saja karena kami penggemar minuman-minuman nyekrus bin berlemak, jadi juice rambutannya kami tambahin embel-embel. Pertama-tama rambutannya kami kupas dulu, terus kami remas sehingga airnya jatuh ke gelas blender. Kami remukkan buahnya, dan kami buang bijinya. Setelah itu kami tuangkan sekaleng air nyekrus, lalu kami ceprokin beberapa scoop esgrim vanilla. Lalu kami blender. Dan jadilah juice rambutan vanilla bikinan Fahmi dan Vicky!
Kesulitannya, bijinya sudah dibuang, tapi kulit bijinya masih nempel ke buahnya. Saya berusaha ngulitin buahnya dari kulit bijinya, tapi susah juga, tahu sendiri deh. My hunk sih bilang nggak pa-pa kalau kulit bijinya ikutan blended, tapi saya kuatir kalau ini jadi kebiasaan, lain kali bisa bikin peminumnya bereaksi alergi, minimal jadi batuk-batuk.
Saya tawarin ayah mertua saya, apakah dos-q mau. Katanya dos-q mau, tapi cuman ngincipin dikit aja. Saya siapin aja segelas.
Begitu saya taruh di meja, ternyata sama ayah mertua saya malah dihabisin!
“Kurang apa, Yah?” tanya saya.
“Kurang manis..” jawabnya.
Hahahahah! Padahal emang sengaja sama saya nggak dikasih gula, supaya kami tahu rasanya yang original. Lagian itu esgrimnya udah banyak, masih kurang manis juga, wkwkwkwk..
Mungkin suatu hari nanti kami bakalan bikin juice rambutan lagi. Semoga Tuhan kasih Grandma sehat selalu supaya bisa ngoleh-ngolehin rambutan buat my Pops. Tapi saya nggak kepingin Grandma manjat-manjat pohon demi metikin rambutannya. She is 89 years old, demi Tuhan.

I am a content strategist who loves blogging about planning and optimising content for marketing insights. See my profile page to find out more about me. Follow me on LinkedIn and Instagram.
mudah2an omanya dikasih umur panjang dan sehat selalu… Rambutannya mau dooong 🙂
Amien, doanya buat omaku 🙂
Rasanya sudah sering makan benda2 yang pernah melewati sinar-X tapi tetep baik2 saja tuh. Hehe..
BTW emang selalu grandma yang manjat pohon/metik? Gak ada cucu/orang lain dirumah? Oh no… #serem
Nggak. Ada tukang kebunnya kok. Saking aja kemaren itu Grandma jadi impulsif kepingin metik rambutan. Saya juga sereeem bayanginnya..
Mau dong rambutannya…… disini rambutan kalengan, gga seenak yg fresh.
Di Texas nggak ada yang jual rambutan fresh, gituh?
Ya, mudah-mudahan Omanya sehat selalu ya 😀
Anyway, aku baru tahu lho kalau rambutan bisa terkena radiasi kalau kena X-Ray, hmmm… .
X-Ray itu sinar, Ko. Sinar apapun pasti bisa radiasi. Sudah hukum alam itu.
aku belum pernah ngejus rambutan, boleh juga ya idenya tuh
Hohoho..coba aja di rumah, Mbak..