Berasa Makan ala Drakor

Little Seoul Bandung itu kedengeran seperti objek wisata yang ke-korea-korea-an, padahal bukan lho. Ini sebenernya nama restoran, tapi memang tema restorannya adalah budaya Korea.

Saya ke sini waktu lagi mudik, dan saking sukanya pada kunjungan pertama, saya sampai dateng lagi yang kedua kalinya.

Awal mulanya tempat ini menarik perhatian saya gegara saya denger di Bandung ada tempat yang di dalemnya bisa hilir mudik sambil pakai baju adat Korea.

Soalnya di Surabaya tempat saya tinggal, belum ada nih tempat kayak gituan yang sewa bajunya terjangkau.

Restorannya ternyata ada 4 cabang di Bandung, yaitu di Jalan Sawunggaling, di Jalan Antapani, di Buahbatu, dan satu lagi adalah di Jalan Gegerkalong Hilir.

Namun, yang nyediain sewa baju Korea ini cuman cabang Sawunggaling.

Kebetulan beberapa temen lama ngajak kencan makan siang. Lalu saya ngusulin buat ke cabang Sawunggaling, supaya saya bisa sekalian nyoba baju adatnya. Maka jadilah kami ketemuan, pada suatu hari di bulan Januari 2022.

Little Seoul Bandung – Sawunggaling

Alamat Little Seoul Bandung cabang Sawunggaling:

Jalan Sawunggaling 10, Bandung 40116

Restoran di Sawunggaling ini ternyata ialah sebuah rumah tua besar yang udah direnovasi menjadi restoran. Semenjak di pintu masuk, dekor yang ngingetin pada Myeongdong dan Dongsaemun udah menonjol di segala ruangan.

Chingu-Cafe-terdekat

Ada tiga bagian area makan di sini. Bagian paling depan itu interiornya kayak kereta bawah tanahnya Korea yang lengkap dengan peronnya. Jadi kalo bersantap di sana berasa kayak lagi di dalem subway gitulah.

Sedangkan area makan bagian tengah itu kayak makan di cafe-cafe Korea. Soalnya persis kayak di film tuh, dengan nuansa warna ngejreng di sana-sini.

Di sini, suasananya rame lantaran restorannya muterin musik KPop.

Saya sih nggak tau artis mana aja yang lagunya diputerin di sana. Tapi saya tahulah, kalo musiknya model-model gini adalah musik artis Korea.

Area makan bagian paling belakang itu yang bertolak belakang dari area-area sebelumnya.

Eksteriornya berupa suatu gang yang kiri-kanannya dipenuhi warung-warung kecil. Ada bilik money changer lengkap dengan tulisan Hangul. Ada bilik sungguhan yang seperti toko baju tradisional.

Berasa kayak lagi jalan di area turis kawasan kota tua Seoul.

Ada mural bergambar cowok-cowok imut yang tampangnya mirip boyband Korea, menempel di salah satu dinding.

Mural lainnya bergambar Song Yoong-ki dalam Vincenzo (alhamdulillah, akhirnya ada juga nama artis Korea yang bisa saya kenali) nempel di dinding yang lain.

Salah satu bilik di bagian belakang didedikasikan khusus buat memajang kostum Korea berupa hanbok. Hanboknya warna-warni cakep, dan saya pun tanpa ragu langsung masuk dan minta sewa.

Memakai hanbok ini nggak rumit-rumit amat. Pada dasarnya itu cuman 2 pieces pakaian berupa cardigan dan rok lebar.

Semua ukuran badan pasti fit sama hanbok di sini. Soalnya, kita cuman perlu nempelin hanboknya dengan velcro.

Staf restorannya juga minjemin kita bando item. Yang mana dekorasi bando ini bikin kita seolah-olah pakai jepit.

Saya pun pakai hanbok ini sambil bikin video diri saya lenggak-lenggok di sepanjang halaman belakang restoran.

(Makasih, Ningrum, temen saya yang udah dengan senang hati mau nyutingin saya. Ningrum ini nggak mau nyewa hanbok. Soalnya takut ada tamu-tamu lain di restoran itu yang mengenali dia. Abisnya restorannya rame banget.

Saya mah enggak malu, karena gestur saya kan udah kayak turis, hahahaha..) 

Bagian lucunya, staf restorannya minta saya jangan pakai hanbok itu kalau lagi makan. (Lhoo.. gimana sih?) Tapi kalau pura-pura makan sambil pakai hanbok, boleh.

Alhasil saya pun sibuk pepotoan di segala penjuru restoran sambil pura-pura makan dengan pakai hanbok. Coba lihat foto saya di sini, udah mirip eonni yang lagi makan ramyeon, kan? Iya kan?

Iyain aja ya, daripada benjol..

tempat instagramable di Bandung

Mereka ngitung sewa hanboknya per jam. Tapi, 60 menit ini nggak saklek. Saya boleh pakai 30 menit dulu. Terus ketika makanannya dateng, saya boleh nyopot hanboknya dan nitipin ke restorannya.

Masih ada sisa 30 menit lagi kan? Nah, kalo udah selesai makan, saya boleh minta restorannya pakai hanbok lagi selama 30 menit berikut. Buat lanjut foto-foto :))

Ada Menu Apa Saja?

Saya dan temen-temen ngambil meja yang lesehan aja biar kesan ndeso Korea-nya dapet. Saya sendiri pesen cheese ramyeon (Rp 35k++) dan minum boricha (Rp 8k++). Pesenannya dateng 20 menit kemudian.

ramyeon Korea Little Seoul Bandung

Ramyeon yang dateng ke saya ternyata bentukannya kayak mie rebus panas. Dengan kuah warna merah kecoklatan.

Saat itulah saya ngerti kenapa nggak boleh pakai hanbok sambil makan. Karena kalo kuah ramyeon-nya nyiprat ke hanboknya, yang nge-laundry pasti bakalan meracau :))

Kuah ramyeon yang merah ini kayaknya sih dari saos gochujjang, feeling saya sih. 

Ramyeon rasanya seperti apa? Uh, rasanya pedes, tapi nggak kayak kuah mie instan yang diceprokin Boncabe. Kalo kita cuman mau nyeruputin kuahnya pun udah enak.

Mienya model mie keriting yang tipis-tipis gitulah. Gayanya ramyeon ini, ada topping berupa topokki dan potongan telur rebus.

Khusus karena saya pesen menunya berupa Cheese Ramyeon, maka stafnya ngasih feature berupa lembaran keju cheddar.

Setelah nyiram ramyeonnya pakai kuah gocchujang, lalu ramyeon ini ditaburin biji wijen. Alhasil mie Korea ini jadi wangi dan haruum!

Little Seoul Bandung – Gegerkalong

Saking sukanya sama konsep tema Korea yang diusung oleh restoran ini, saya mutusin buat balik lagi.

Tapi saya mau coba cabangnya yang lain, yaitu cabang Gegerkalong.

Alamat Little Seoul Bandung cabang Gegerkalong:

Jalan Gegerkalong Hilir 40-A

Bandung 40153

Gedungnya di Gegerkalong kali ini menempatin sebuah ruko 2 lantai. Di sini, modelnya kayak restoran di perkotaan Korea yang dekornya warna-warni ngepop di segala sisi.

Ada gambar Jeon Jung-kook segede-gede tembok di pintu masuk. Teteeep, tidak meninggalkan ciri khas berupa musik KPop yang hingar-bingar.

Saya nyambangin cabang di Gegerkalong ini pada bulan April. Hanya berjarak 3 bulan sejak kunjungan saya ke cabangnya yang di Sawunggaling.

Cuman berdua aja sama anak saya, Fidel. Nggak ada sewa-sewaan hanbok ya di sini.

cafe BTS di Bandung
Fidel di samping Jung Kook, di dekat pintu masuk cafe.

Kami berdua ambil meja lesehan di lantai atas. Biar Fidel bisa umek seenaknya kalau dia bosen.

Restorannya sedang tidak terlalu rame. Karena kami dateng bukan pada jam makan siang atau jam makan malam.

Little Seoul Bandung Gegerkalong

Ternyata Fidel nggak terlalu umek. Karena perhatiannya tertuju pada tivi 28 inci di tembok yang menayangkan video-video musik artis KPop.

Fidel saat ini baru kenal artis BTS doang. Dan dia takjub nonton tivi ini karena ternyata banyak boyband lain yang modelnya mirip-mirip sama BTS.

Fidel juga ngeliatin dinding yang dihiasin poster-poster drakor. Ada gambar Han Ji-pyeong di sinetron Start Up, yang mukanya mirip banget sama Kim Seon-ho. (Kalimat ini mengandung permintaan untuk dikeplak oleh penggemar fanatik drakor). 

Menu Apa Kali Ini?

Menu pertama yang saya pesen adalah appetizer Korea berupa buchujeon (Rp 9k++). 

Buchujeon

Buchujeon ini sebenarnya pancake yang dibikin dari adonan tepung yang dicampur irisan daun bawang. Adonan ini dipanggang dan dinikmatin sambil dicocol ke kecap asin.

appetizer Korean food

Hanya saja daun bawang yang ada di buchujeon ini nggak terlalu kentara. Sehingga, warna pancake-nya masih cenderung khaki. Manis, tapi ada gurihnya.

Tadinya saya cuman pesen satu. Tapi kemudian Fidel menyita buchujeon ini sampai sepiring penuh, sehingga saya terpaksa pesen sepiring lagi.

Menu kedua yang saya pesen adalah menu berat bernama jjigae, yaitu sop khasnya orang Korea. Restoran ini ngejual macem-macem jjigae, tapi saya pesen kimchi jjigae (Rp 32k++). 

Kimchi Jjigae

Kimchi jjigae yang dateng ke saya adalah sop panas yang berdampingan dengan nasi. Lagi-lagi, warnanya merah kecoklatan.

Macem-macem deh isinya jjigae yang saya pesen ini. Ada kimchi tentu saja. Lalu ada telor rebus yang cuman kuningnya aja, kecambah, dan irisan has luar daging sapi. 

is kimchi jjigae good for health?

Rasa kimchi jjigae ini pedes juga. Jadi hampir semua makanan yang mengandung saos gochujang mesti pedes.

Kimchi jjigae ini mengubah cara pandang saya terhadap kimchi lho. Soalnya dulu saya pernah makan kimchi, tapi yang model digado gitu. Dan saya kurang suka sama rasanya yang asem-asem gimana gitu.

Namun kalo kimchinya nyebur dalam sop gocchujang gini, plus berbaur dengan lauk sembarang kalir, saya jadi lebih suka.

Harga Menu

Kalau ngeliat jabaran menu-menu yang saya kasih tau tadi, maka harga menu-menu di sini sih standar ya.

Apabila mau kenyang, perlu menghabiskan sekitar Rp 60k per orang. Dengan harga segitu, udah termasuk makanan utama, appetizer, dan minuman. Kalau kamu mau ngintip menunya, coba lihat deh di websitenya.

Dengan suasana interior yang related banget sama drakor, restoran ini cocok banget buat para penggemar drakor dan KPop.

Tapi saya sendiri, tetep bisa menikmati suasana petualangan kuliner Korea dengan halal. Meskipun saya bukan oenggemar militan kokoreaan. Lumayan lah daripada cuman melihat Korea virtual tour aja yang sempat marak 2 tahun lalu 🙂

Kamu yang kepingin tau foto-fotonya, bisa lihat account Instagram Little Seoul di Bandung ini pada account @chingucafe. Nah, kamu punya temen yang suka banget sama kebudayaan Korea, nggak? Kasih dia artikel ini, biar dia tertarik ke restoran ini yaa..

Vicky Laurentina X klinik kecantikan Zap Premiere Tunjungan Plaza

Vicky Laurentina adalah food blogger, sekaligus dokter dan ibu dari seorang anak.
Follow Vicky di Instagram/Twitter @vickylaurentina.

Share yuk ke orang lain!

31 comments

  1. Ina Tanaya says:

    Wah saya senang sekali melihat penampilan makanan korea seperti Buchujeon, Kimchi Jjigae. Terus terang, ngga berani coba makan kimchi di Korea saat ke sana karena tahu pembuatannya yang fermentasi bisa membuat perut yang super sensitive bisa kambuh. Anyway sangat senang dengan rekomendasi resto Korea jika ke Bandung.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Sebetulnya kalau nggak mau jjigae yang berisi kimchi, bisa pesen alternatif lainnya. Little Seoul juga jualan sundubu jjigae, yang isinya tahu, bukan kimchi.

      Cuman saya pesen kimchi jjigae ini karena di Surabaya belum ada yang jual yang halal. Tapi kalo sundubu jjigae sih, di mana-mana juga banyak.

  2. Pastinya belum pernah, tapi akan aku datangin kalo nanti ke Bandung Vic . Aku tuh jadi tergila2 Ama kuliner Korea, sejak liburan kesana 2017. Rasa menu aslinya, aku suka Krn orang Korea penyuka pedas. Jadi pernah pesen spicy noodle gitu, dan pedesnya ga main2. Beda Ama kuliner Jepang, yang udah ditulis spicy, pas dicoba tapi untuk level bayi . Korea beneran pedes .

    Makanya di Jakarta aku paling suka nyobain resto2 Korea. Yg enak dijadiin langganan deh.

    So far sih menu fav ku tetep kimbab, jjigae, DEOBBAB , Odeng… Banyak sih sebenernya .

    Semoga ada waktu bisa balik ke Bandung deh, ntr mau cobain restoran korea ini 😀

  3. Siska Dwyta says:

    Asyik banget ya bisa jalan2 ke sini. Berasa kayak di Korea bisa pake baju Korea dan mencicipi makanan dari negeri Gingseng. Bisa nih jadi referensi tempatnya, belum bisa ke Korea melipirnya ke sini aja dulu 🙂

  4. Sarieffe says:

    Aku penasaran sama muralnya Song Joong Ki yang dipasang di restonya, kira-kira seperti apa ya wujudnya?
    Menunya sepertinya akan aku suka, soalnya aku penyuka makanan pedas mba

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Sayang aku nggak motret muralnya Song Yoongki, soalnya angle-nya mural itu lagi kurang bagus waktu aku datang. Terlalu banyak orang yang bisa bikin foto bocor di angle itu, dan cahayanya lagi redup.

      Tapi pedesnya mantep menyenangkan 🙂

  5. Renayku says:

    Kalo ke bandung kudu mampir nih. Makanannya juga murah meriah ternyata, aku pikir bakal mahal krn tempatnya itu korea bgt. Boljug nih foto2 sambil videoan pake hanbok jg kpn2

  6. Ning! says:

    Pecinta kpop dan kdrama boleh nih mampir sini dulu sebelum bisa ke korea. Bisa nyobain hanbok walau nggak boleh dipake makan, ngeri kena makanan sih emang, apalagi warnanya merah menyala gitu.

  7. Wahhh kebetulan banget akhir bulan Juni nanti saya ada rencana mau ke Bandung. Pas banget baca postingan Mbak Vicky ini. Saya bakal masukin list tempat yang perlu dikunjungi di Bandung. Terima kasih rekomendasinya yaa 🙂

  8. Sempet diajak temen kesini tapi gak kunjung ingin karena cemas rasanya cocok di lidah atau gak. Maybe saya mau coba yang Deket rumah saya aja, di antapani. Penasaran sih sama kimchi jiggae nya

  9. Hahaha, ternyata nggak boleh pakai hanbok pas makan, biar kuahnya nggak nyiprat-nyiprat ya. Seru juga sih makan menu Korea dengan ambience yang Korea banget. Apalagi sambil dengerin BTS dan lihat gambarnya Song Joong Ki, duh bisa halu kuadrat berasa lagi di Korea beneran.

  10. Pengen banget nyobain pakai Hanbok. Haruskah aku ke Little Seoul dulu, hehe. Makanannya terlihat menggiurkan, tapi mie emang nggak pernah failed sih. Apalagi mie korea alias ramyeon, pasti pedes2 seger. Hmm, jadi laper aku mbak…

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Marita kan di Semarang ya. Sebetulnya di Sam Poo Kong itu ada tempat penyewaan hanbok juga, seingatku sih. Tapi di sana nggak ada ramyeonnya, karena Sam Poo Kong itu kan pro-Cina, bukan pro-Korea, hahahaha..

  11. Ririn says:

    Lucu banget tempatnya, jadi mupeng terus pengen kesana aseli. Sebagai pecinta drakor pengen banget ngerasain suasana restoran yang mirip drakor kaya gini, apalagi harga nya terjangkau.

  12. Fenni Bungsu says:

    Daku nyari closeup nya kak Vicky dengan handbook ternyata tak ada, huhu..
    Btw gak sanggup dah daku santap kimchi Jjigae nya, penampakkannya super pedes ya kak

      1. Yang paling sering saya kunjungi Cingu Kafe yang di Sawunggaling karena aksesnya relatif lebih dekat rumah. Pertama kali datang, saya kira tempatnya kecil. Ternyata setelah masuk, di bagian dalam lumayan luas dan variatif penataannya.

  13. Maria G says:

    wah saya kudu ke sini (hihihi sebagai urang Bandung belum pernah ke Little Seoul)

    khususnya ke sawunggaling dan nyobain hanbok

    udah lama pingin punya tapi di mana dan kapan pakainya ya?

    dan little seoul ngasih solusi

  14. Nita says:

    Baru tau klo ada ini di Bandung, padahal sering mampir. Jajanan keren harga murmer. Thankyou Ka Vicky ulasannya

  15. Mugniar says:

    Pantesan sampai ada 4 restonya ya … kalau mau makan kenyang, bisa dengan 60 ribuan rupiah per orang.
    Restonya unik, pas munculnya di tengah banyaknya fans drakor.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Sebetulnya cabang restorannya ada 5. 4 cabang Little Seoul Bandung, 1 cabang Little Seoul Jogja. Untuk melayani konsumen-konsumen yang tergila-gila pada drakor, hahahaa.. :))

Tinggalkan komentar