Tentu saja, biarpun semenjak kemaren saya sudah ngoceh tentang madu manisnya ikutan bazaar gaul, tetap ikutan bazaar itu banyak tantangannya. Banyak banget temen saya pengusaha muda anyar yang ragu untuk ikutan bazaar lantaran terganjal urusan kapitasi. “Sewa booth-nya mahal. Aku kalau ikutan ginian, mesti modal berapa?” keluh temen saya yang bergerak di industri fashion kecil-kecilan.
Laura Angelia, panitia IDNtimes yang bikin Hyperlink Project (tentang Hyperlink Project itu saya tulis di sini), bilang ke saya bahwa panitianya menjual booth seharga Rp 4,6 juta untuk para pengusaha lifestyle (ini istilah mereka untuk alat-alat fashion, Red). Dengan harga segitu, tenant berhak nyewa booth seluas 3 x 2 meter persegi selama tiga hari. Adapun booth untuk pengusaha kuliner dihargain sedikit murah, yaitu Rp 4,4 juta. Tapi besarnya juga lebih sempit, yaitu 2,4 x 2 meter persegi.
Mahal? I don’t think so. Saya pernah nemu di bazaar lain yang harga booth-nya cuman Rp 2,5 juta.