Puas Seminar karena Coffee Break

Sudah 20 menit pembicaranya mengoceh di depan seminar, dan pesertanya kelaparan, menguap, dan mulai mengintip rundown acara, mencari-cari kapan waktunya coffee break. Sementara itu panitianya juga berderak-derak gelisah di pos masing-masing, bolak-balik lihat jam tangan masing-masing, berharap segera waktunya coffee break, karena mereka merasa ada yang nggak beres dengan amplifier sound-system-nya. Plus seorang pembicara berikutnya barusan nyolek-nyolek, ngeyel minta gladi resik Power Point sebelum giliran dia ngoceh sungguhan nanti. Dan dia akan melakukannya pas waktunya coffee break.

Di sini kelihatan bahwa coffee break adalah saat yang didambakan semua orang yang ikut seminar atau konferensi. Panitia seringkali memperalat coffee break ini untuk membenahi sesuatu yang kurang. Seringkali event organizer begitu terburu-buru menjadwal coffee break yang cuman 10-20 menit ini. Orang belum selesai ngantre minum di coffee break, sudah dipanggil lagi untuk acara berikutnya. Seolah-olah panitia kepingin acaranya buru-buru segera selesai. Mungkin buat ngirit tarif sewa ruangannya yang dihitung jam-jaman.

Padahal, saya melihat peluang orang begitu banyak ketika coffee break tiba.

Read more

Kalau Para Driver Go-jek Arisan

Biarpun menjadi Gojek driver sebetulnya nggak butuh tempat mangkal, tetapi saya masih sering nemu titik-titik tertentu di sekitar rumah saya yang akhir-akhir ini telah berubah menjadi tempat mangkal Gojek. Dulu, di tempat mangkal tukang ojek konvensional, saya bisa menemukan bilik dengan balai-balai yang di depannya diparkirin motor-motor, dan kadang-kadang ada warung kopi, dan sebuah pesawat tv yang muterin lagu dangdut. Namun tempat mangkal Gojek nggak seperti itu. Hanya ada parkiran motor-motor, dan semua tukang ojeknya sibuk melototin HP.

Rumah saya kebetulan berada di belakang sebuah mall. Ada dua atau tiga titik di sekitar mall itu yang jadi tempat mangkalnya Gojek. Alexis, temen saya yang saya ceritain jadi supir Gojek di sini, cerita kenapa mereka senang mangkal di sekitar mall.

Banyak cara yang bisa dicapai seorang supir Gojek untuk dapet duit. Duit itu didefinisikan oleh founder Gojek, Nadiem Makarim, sebagai “poin”. Jika seorang supir berhasil menganter penumpang, dos-q bakalan dapet satu poin. Namun, kalau yang dianterkan itu merupakan delivery barang, entah itu berupa belanjaan Go-mart atau pesanan makanan Go-food, maka dos-q bakalan dapet tiga poin. Makanya tukang ojeknya Gojek itu paling seneng nongkrong di deket tempat makan.

Read more

Awas! Penonton Menguap di Seminar

Suka bikin seminar atau konferensi? Apa coba yang menyebalkan jika kita jadi panitia yang membuat seminar?

  1. Jumlah peserta yang ikut kurang rame.
  2. Sound system yang bahlul.
  3. Diskusinya nggak greget.
  4. Dan lain sebagainya.

Kalau saya, sebagai mantan event organizer amatiran, paling ngeri kalau sudah bikin seminar, lalu pas pulang di lapangan parkir saya nggak sengaja denger pembicaraan dari tamu yang bilang, “Pembicaranya tadi kurang menarik ya?”

Lalu tamu yang satunya nimpal, “Pembicara yang mana ya? Aku tidur sepanjang acara tadi.”

Read more