Bahkan kata “sistem” saja sudah terdengar rumit. Bagaimana kita mau menyederhanakannya?
Blog Dokter
Dokter Vicky Laurentina menulis tentang isu-isu kesehatan dari pandangan ilmiah seorang dokter.
Kebanyakan yang ditulisnya adalah pandangan medisnya akan pengalamannya sendiri menjalani perawatan wajah, misalnya RF wajah dan black doll carbon laser.
Vicky juga bicara tentang skin care kesukaannya dari sudut pandang kedokteran, misalnya bagaimana merawat wajah bersisik dan melawan breakout jerawat.
Vicky juga menulis tentang klinik-klinik kecantikan yang didatanginya sendiri sebagai seorang konsumen, misalnya ERHA Tunjungan Plaza.
Artikelnya tentang pilihan minuman yang diberikannya kepada anak juga banyak dicari orang, misalnya minuman penambah serat.
Cegah Penyakit Kanker Kulit dengan Tabir Surya
Ketika banyak marketplace online ramai-ramai ngumumin bahwa mereka sedang discount besar-besaran untuk produk kosmetik, saya pun iseng riset di Google Trend tentang kosmetik apa yang sedang beken. Ternyata yang keluar skornya paling banyak adalah bahan make-up. Saya mengerutkan kening, kenapa bukan bahan skin care.
Nampak pada screenshot Google Trends berikut bahwa di wilayah Indonesia, dalam 12 bulan terakhir, orang jauh sering mengetik kata “bedak” dan kata “pemutih wajah” pada Google Search ketimbang mengetik kata “body lotion”, “sunblock”, apalagi “sunscreen”.

Trend Minat Konsumen terhadap Belanja Bahan Kecantikan
Sewaktu saya lagi menjalankan tugas saya mengontrol service quality pada beberapa counter dari sebuah toko kosmetik premium (kebetulan saya adalah mystery shopper langganan untuk bidang beauty), SPG-nya selalu menggiring saya ke rak make-up. Saya sempat curiga bahwa seolah-olah mereka bakalan dapat komisi dari rak itu. Sebagai ilustrasi ya, sebuah foundation selalu dihargain lebih mahal daripada sebotol body lotion. Padahal foundation itu habisnya lama, ketimbang body lotion. Kan mending jualan lotion, cepat habis supaya pelanggannya beli lagi?
Lalu saya pun iseng mendatangi beberapa counter kosmetik yang beda-beda, belagak pura-pura mau beli bedak. Tahu sendirilah, tiap merk kosmetik pun bisa punya banyak varian bedak. Tiap counter saya tanyain, mana varian bedak yang paling laku? Lalu SPG-nya selalu jawab, “Ini, Mbak, yang ini bikin kulit nampak lebih putih..”
Saya mengangkat alis keheranan.
Masa-masa ketika saya ingin kulit lebih putih sudah lama berlalu, karena sekarang saya punya prioritas lain dalam urusan berdandan. Tapi saya tetap terusik dengan apa yang sedang ngetrend di kalangan konsumen kecantikan, atau dalam posisi saya, kalangan tenaga kesehatan.
Jadi saya pun tanya kepada para kawan saya yang menjadi dokter kulit. Berapa banyak dari para pasien dokter kulit yang ingin kulitnya lebih putih? Jawaban mereka ternyata hampir sejalan dengan apa yang saya temukan di Google Trend dan di counter-counter kosmetik. Sekitar 60% orang Indonesia ingin kulitnya lebih putih.
Mengapa Kita Sulit Memutih
Inilah 4 Tips Pola Hidup Sehat untuk Jantung Sehat
Sering dengar usia semuda kita sudah meninggal karena serangan jantung? Itu bukan fenomena yang mengherankan. Tidak butuh usia yang menua kalau mau kena serangan jantung.
Penyakit jantung bukanlah monopoli para lansia. Meskipun faktor risiko terbanyak untuk penyakit jantung memang darah tinggi alias hipertensi, yang kebetulan lebih sering terjadi pada para oma dan opa.
Tetapi, penjahat utama yang menjadi faktor risiko dari penyakit jantung adalah gaya hidup yang tidak ramah terhadap jantung. Gaya hidup tidak sehat ini bukan terjadi pada usia lansia saja, tapi merupakan kebiasaan yang sudah terbentuk sejak usia orang itu masih muda. Semuda saya, semuda usia Anda, semuda orang-orang yang menjadi segmen pembaca blog ini.
Ada banyak cara menjaga kesehatan tubuh, terutama bagian tubuh kita yang bernama jantung ini. Salah satu cara mencegah penyakit jantung menimpa kita ialah memastikan bahwa kita memiliki jantung yang sehat. Jantung yang sehat itu berasal dari pola hidup sehat. Dan berikut ini, saya ingin berbagi highlight dari cara pola hidup sehat itu.