Kesalahan awal saya sebetulnya adalah menyangka bahwa Candi Gedong Songo adalah sekedarĀ candi-candi Hindu yang lain. Padahal prestasi terbesar saya dalam menjelajahi candi Hindu baru sampai ke Pura Besakih. Jadi saya santai aja ngajakin suami dan anak saya ke salah satu candi di Jawa Tengah itu. Maka ketika saya tiba di venue, celingak-celinguk dan menyadari bahwa kalau mau ke candinya itu harus hiking segala, dan saya bawa bayi, saya langsung tepok jidat.
Oh my God, jalannya terjal penuh pasir batu, dengan kemiringan jalur setapak sampai 60 derajat. Sangat tidak stroller-friendly! Sementara anak saya, Fidel, 14 bulan, baru bisa jalan dan sedang dalam fase nggak jelas apakah mau dibopong dalam stroller terus-menerus atau mau melatih jalannya yang masih sempoyongan. Akhirnya saya dan suami pun sepakat: Kami tetap masuk ke kompleks candi. Kami akan mengelilingi lembah bukit terjal itu sampai menemukan semua candinya. Fidel akan digendong suami saya selama mendaki bukit. Dan tugas saya adalah menggendong tas dan memanggul tongsis!