Membangun Blog untuk AdSense: Suatu Rencana Blueprint

Membangun blog untuk AdSense tentang food and beverages itu nggak terlalu disukain oleh para food bloggers di Indonesia. Sebabnya, dipasangin AdSense malah bikin loading blog jadi lamban. Tapi saya punya rencana untuk tetap jalanin AdSense di blog saya ini tanpa ngorbanin Β loading blog, karena saya udah merencanakan perbaikan blog ini dengan lebih teliti buat tahun depan.

Saya ngejalanin AdSense pada food blog ini selama sekitar 4 tahun. Semula saya menggunakan afiliasi buat cari penghasilan dari blog ini, tapi kemudian saya milih fokus pada AdSense aja. Memang belum pernah pay out, karena banyak hambatannya (verifikasi alamat, pageview masih kurang, pilihan artikelnya masih kurang banyak), tapi saya masih berusaha. 

Dan tahun ini saya udah belajar banyak, sehingga saya optimis penghasilan saya di AdSense akan lebih baik. Nah, kalau kamu adalah food blogger juga dan kepingin nyobain dapet penghasilan dari AdSense selain kesibukanmu menyodorkan blogger rate card untuk meningkatkan pengunjung restoran (milik orang lain), saya akan ceritain dulu mengenai legitnya AdSense ini buat kamu.

Kenapa AdSense Itu Menantang Jika Sedang Membangun Blog?

Awal-awal saya pasang kode script AdSense di blog ini, saya seneng banget lihat rupiah demi rupiah dateng ke account AdSense saya tanpa harus banyak effort. Toh saya cuman bermodalkan tulisan lama saya.

(Oh ya, langkah awal memasang AdSense itu hanyalah 1) mendaftar menjadi anggota Google AdSense, 2) menerima kode script yang unik dari AdSense, 3) memasang kode script tersebut di halaman blog, 4) verifikasi alamat dan rekening bank untuk transfer penghasilan dari AdSense, 5) selesai.)

Tapi kemudian terjadi sesuatu. Halaman blog saya jadi penuh dengan iklan AdSense. Baru buka, lalu iklan pop up nongol. Iklan ada di segala penjuru halaman, dan kadang-kadang mengganggu situasi saya yang lagi enak-enak membaca.

Saya risih, dan saya yakin pembaca juga risih.

Lalu saya minta diajarin seorang temen. Dia ini techno blogger, dan sudah menghasilkan duit dari AdSense. Terus dia ngajarin saya, bahwa saya kudu setting iklannya dulu. Kalau saya setting iklannya pada titik-titik tertentu aja (misalnya di footbar doang atau di tengah artikel doang), maka iklannya nggak akan ganggu. Tapi kalau saya nggak setting iklannya, maka mesin AdSense akan pasang default otomatis dengan menebar iklan di segala penjuru halaman.

Ealaaa.. Dari situ saya jadi paham bahwa membangun blog untuk AdSense itu ada ilmunya, nggak cuman pasang script doang.

Kemudian saya jalanin AdSense saya, sampai 3 tahun gitulah. Lalu saya dapet masalah lagi, dari hasil Search Console. 

Jadi, Search Console memberitahu saya bahwa rerata ranking artikel-artikel vickyfahmi dot com ini adalah ranking 22 sampai 25, turun dari dulu-dulu yang rerata ranking-nya 8-10. Kayak ambil contoh, dulu artikel saya tentang cah brokoli, dulu sempat masuk Page One, tapi sekarang enggak. Artikel saya lainnya, yang bicara tentang makanan khas Italia di rumah, dulunya juga sempat masuk halaman pertama, tapi sekarang enggak.

Artinya, kemampuan saya menghasilkan artikel di halaman satu mesin pencari mulai berkurang. Efeknya, jumlah kunjungan ke vickyfahmi dot com menjadi turun. Nanti kalau dirunut, penghasilan saya di AdSense juga pasti akan turun.

Waktu pelajaran di kelas blogger BRT, mentornya, Muhammad Zaini, bilang bahwa script AdSense itu bikin loading blog jadi lamban. Padahal untuk menjadikan artikel kita masuk halaman satu mesin pencari, kita perlu bersaing dengan websites lain yang punya kata kunci yang sama. Dan siyalnya nih, websites mereka itu pasti loading blognya lebih cepet, jadi kemungkinan mereka masuk halaman satu akan lebih besar. 

Jadi AdSense menyabotase blog jadi lelet, sehingga blog gagal menghasilkan kunjungan yang dibutuhkan untuk mendapatkan penghasilan dari AdSense. Kayak lingkaran setan kan?

Banyak Blogger Berhasil Membangun Blog dengan AdSense

Tapi saya nggak percaya sama sekali kalau AdSense itu menghambat blogger. Soalnya, banyak temen saya di luar negeri, yang sudah berpenghasilan dari AdSense melalui blognya.

Dan lagian, temen-temen saya, Teh Nurul Sufitri dan Suria Riza, itu sudah berpenghasilan dari AdSense. Teh Nurul itu travel blogger, sedangkan Riza alias Echa itu parenting blogger. Saya yakin saya juga bisa dapet penghasilan dari AdSense meskipun niche saya berbeda. Asalkan, jumlah kunjungan ke blog harus kenceng!

Lalu saya mulai merenung pelan-pelan. Oke, saya memang banyak salahnya dalam beberapa tahun terakhir. Saya nggak terlalu sekuat tenaga mengejar jumlah kunjungan dari search engine, karena saya santuy aja lihat algoritma Google yang berubah-ubah sak enak udelnya sendiri. Saya juga nggak serajin Teh Nurul dan Echa yang sibuk ikut komunitas blogwalking di sana-sini, karena saya nggak terlalu sabar untuk ngunjungin bloggers lain yang posting-nya nggak genuinegenuine amat.

Tapi saya yakin, saya pasti bisa dapet kunjungan banyak dari search engine, asalkan saya mau membangun blog saya supaya blog ini ramah terhadap search engine dari segi struktur website dan dari segi konten. Dan saya juga percaya bahwa kalau saya punya banyak pengunjung individual yang loyal, mereka bakalan sering-sering rindu buat membuka vickyfahmi dot com, sehingga kunjungan itu akan mengisi rekening AdSense saya secara otomatis.

Nah, dalam setahun terakhir, saya menarik pelajaran bahwa supaya blog itu bisa mendapatkan penghasilan dari AdSense, blog itu perlu:

  1. Punya struktur website yang ramah terhadap search engine,
  2. Punya banyak backlink
  3. Punya lebih banyak visitor setia
blogger makanan membuat blog

Trik Membangun Blog yang Berhasil untuk AdSense

Mengenali Struktur Website yang Ramah Search Engine

Jadi, Google AdSense itu kan menuntut banyak pengunjung datang ke suatu blog melalui search engine. Maka, search engine itu harus bisa membaca struktur website kita untuk menentukan apakah blog kita itu layak direkomendasikan oleh engine-nya atau enggak.

Nah, supaya search engine bisa membaca struktur website kita, website kita itu harus punya struktur headings yang berurutan, yaitu setelah heading 1 (alias H1), harus ada heading 2 (H2), H3, H4, dan seterusnya.

Ternyata, dulu desain pada template blog ini nggak memenuhi struktur headings yang berurutan itu. Akibatnya, search engine gagal membaca blog ini. Alhasil, banyak artikel saya yang nggak dievaluasi search engine untuk masuk halaman satu Search Result.

Ketika saya nyobain ganti template minggu lalu, ternyata ada hasilnya lho. Banyak artikel saya yang dulunya mentok sampai halaman 4-5 doang, kini mulai merangsek masuk ke halaman 2. Alhasil, jumlah kunjungan mulai meningkat, kemudian impresi iklan AdSense juga ikut meningkat. Sehingga, perlahan rekening AdSense saya mulai terisi kembali dengan lebih cepat..

Membangun Blog, Berarti Membangun Backlink

Untuk bikin kunjungan banyak pada suatu blog supaya bisa menghasilkan dari AdSense, blog itu harus punya banyak-banyak internal backlink. Cara kerjanya, pengunjung membaca suatu artikel, lalu memencet internal backlink itu, sehingga pindah membaca halaman lain. Dengan begini, terjadi banyak kunjungan pada blog, sehingga banyak iklan AdSense yang dilihat alias impresi, dan akhirnya banyak pendapatan yang dihasilkan. 

Soal internal backlink ini udah saya pelajarin waktu ambil kursus SEO bersertifikat, dan saya lumayan gape waktu itu, sampai bikin jumlah pengunjung blog yang cukup banyak. Jadi seharusnya saya nggak kuatir.

kelas online tentang on page optimization
Di sini dulu saya memperoleh pengayaan tentang internal backlink, salah satu unsur dari On Page Search Engine Optimization.

Namun sayangnya dalam satu semester terakhir, pengunjung-pengunjung blog saya cuman mentok di satu artikel doang, lalu cabut tanpa tengak-tengok ke artikel lainnya.

Setelah saya teliti lagi, ternyata karena plugin Related Posts di blog saya itu mati! Padahal plugin ini penting banget untuk memasang internal links, buat memancing pengunjung membaca artikel-artikel lainnya di blog saya. 

Ternyata plugin-nya rusak lantaran plugin ini tergantung pada PHP dari website saya. Dan tau nggak.. PHP saya ternyata sudah kadaluwarsa, dan PHP-nya nggak mau jalan lantaran PHP-nya belum saya update, wkwkwk..

Kemaren akhirnya PHP-nya saya update. Cuman saya belum pasang lagi plugin Related Posts-nya karena saya kecapekan.

Visitor Loyal, Aset Utama Membangun Blog untuk AdSense

Iya, menurut saya aset utama dari blog yang di-AdSense-in itu justru ialah pengunjungnya. Soalnya gini lho. Iklan AdSense itu, kan terdiri dari iklan gambar dan iklan video. Nah, pendapatan yang diperoleh pemilik website kalau menayangkan iklan video itu lebih besar daripada kalau menayangkan iklan gambar doang. 

Supaya penayangan iklan di website itu bisa disulap jadi duit, pembaca website kudu nonton iklan itu sampai sekian detik, misalnya. Persoalannya, siapa coba orang yang mau belain nonton iklan lama-lama sampai sekian detik? Ya jelas orang yang berminat banget sama topik iklannya lah.

Dan gimana cara mendapatkan orang yang berminat kayak gitu? Jelas butuh orang yang setia mengunjungi website tempat iklan video itu ditayangin.

Makanya sedapat mungkin saya selalu menginginkan visitor yang loyal, sebab visitor begini pasti mau memelototin halaman blog saya lama-lama. Bukan cuman dateng doang, lalu tengak-tengok 3 detik, kemudian kabur. Karena visitor yang loyal bikin penghasilan saya dari AdSense jauh lebih banyak.

Saat ini, visitor blog saya cukup banyak, tapi kualitasnya belum memuaskan hati saya. 

Kalau saya baru ngumumin update blogpost baru saya di account social media komunitas tertentu, misalnya Komunitas X, biasanya visitor dari Komunitas X datang berbondong-bondong membaca blogpost saya itu sampai minimum 5 menit, dan ini menyenangkan. 

Tapi, kalau blogpostnya udah agak lamaan dikit, biasanya pengunjung dateng dari search engine, jumlahnya lebih banyak juga daripada jumlah pengunjung yang dateng dari social media, tapi membaca blogpostnya nggak sampai 5 menit, hiks hiks.. Kapan mau jadi visitor loyalnya kalau gini? Saya nggak bisa terus-terusan mengharapkan visitor loyal dari social media doang.

Terus saya pikir, kalau mau netizen di search engine loyal sama saya, saya kudu kasih apa yang mereka butuhkan. Kalau yang bisa saya kasih adalah konten, berarti konten saya kudu lebih baik daripada yang bisa ditawarkan oleh websites lain di search engine. Makanya saya harus rajin-rajin riset juga.

Semua ide itu bikin saya mikir, dan memutuskan bahwa saya kudu bikin blue print dari rencana untuk blog saya tahun depan. Rencana itu saya bikin secara terperinci, ada tujuan kecil-kecil yang bisa dicapai dalam jangka pendek, dan ada tujuan akhir yang diharapkan terjadi sebelum tahun depan berakhir.

Tentu aja, tujuan akhir dari rencana blog saya adalah pay out dari AdSense.

membangun blog buat Adsense dengan tema makanan

Rencana Saya Membangun Blog untuk AdSense

Rencana Setahun Ngeblog

Nah, berhubung tujuan akhir dari rencana tahunan ngeblog saya adalah pay out dari AdSense, maka rencana setahun saya ke depan adalah: 1) ganti template baru, 2) memulihkan account saya di biro iklannya Mark Zuckerberg, dan 3) ikut kursus AdSense.

Ganti Template Baru

Nah, saya kan tadi udah bilang bahwa semenjak saya pasang template baru, ternyata penghasilan saya di AdSense mulai merangsek naik. Harusnya saya udah puas, tapi ternyata enggak. 

Soalnya, saya merasakan bahwa dengan template yang saya pasang ini, ketika orang pertama kali membuka halaman utama blog saya, dia cuman dihadapkan pada satu pilihan artikel aja. Padahal saya pinginnya, dia dihadapkan pada 2-3 pilihan artikel tanpa harus scroll. Maksudnya, supaya pembaca punya banyak pilihan buat menikmati blog saya, sehingga halaman yang menjadi sumber penghasilan bagi account AdSense saya akan lebih variatif.

Kalau saya kepingin mewujudkan ide saya ini, caranya tuh saya kudu pasang template model magazine. Nah, dalam 2 minggu terakhir ini saya sibuk nyari-nyari template model magazine, tapi sayangnya kebanyakan yang saya temukan tuh struktur headings-nya masih susah dibaca oleh search engine. Jadi perjuangan saya dalam nyari template ini masih on going lah..

Tindakan berikutnya yang mau saya kerjakan adalah memulihkan account saya di biro iklannya sosmed biru miliknya Mark Zuckerberg itu. 

Beriklan untuk Membangun Blog Visitor

Dua tahun lalu, saya masih demen ngiklanin link blog pakai jasa iklannya si Mark, dan sebetulnya iklan ini lumayan berhasil lho buat menciptakan visitor loyal ke blog saya. Tapi saya makin lama makin kurang lihai memilih target market, sehingga lama-lama saya kepingin ngirit pengeluaran dan berhenti ngiklan. 

Eeeh.. bulan lalu tetiba stafnya si Mark kirim saya notifikasi. Katanya, account saya di biro sana dibekukan. Ya ampun, ngambek tah si Mark ini karena saya libur dari belanja iklan di sana? Makanya saya kepingin bicara baek-baek sama stafnya, buat bilang bahwa saya masih kepingin ngiklan di sana.

Ikut Kursus AdSense

Dan agenda tahunan saya yang dari dulu belum terwujud juga, adalah saya kepingin belajar AdSense lebih dalem. Ya know, soalnya tipe-tipe iklannya AdSense itu kan banyak banget. Saya tuh kepingin belajar urgensi kapan saya harus milih In Feed Ads, Matched Content Ads , dan tipe-tipe Ads lainnya. 

Juga saya kepingin tahu kapan saya kudu milih unit iklan yang ukurannya 728×90 px dan kapan saya cukup milih script yang ukurannya 468×60 px aja. Soalnya selain penghasilan dari ukuran unit itu beda-beda, ukuran unit iklan itu juga akan mempengaruhi waktu loading, dan waktu loading akan mempengaruhi daya saing blog saya pada halaman search result-nya Google. Alias jadi buah simalakama gitu lhoo..

Nah, kebetulan temen saya pernah cerita bahwa sebenarnya pay out dari Google AdSense itu gampang untuk blog bahasa Indonesia, asalkan pageview-nya sebesar 500 view per hari.

Untuk dapet pageview segini, tentu saya kudu berdayakan artikel-artikel yang lama supaya jadi vital kembali. Selain itu, kalau ada artikel baru, harus segera disebarin supaya dapet pageview-nya juga langsung banyak, sehingga impresi iklan AdSense-nya juga banyak.

Nasehat temen saya ini langsung memicu saya buat memecah rencana tahunan ngeblog saya menjadi rencana bulanan. Prinsip saya, rencana bulanan ini pokoknya terdiri dari 1) memastikan artikel yang baru diterbitkan itu bernas, 2) artikel yang lama juga harus lebih bernas, 3) artikel yang baru kudu segera disebar.

Rencana Bulanan Ngeblog

Buat bikin artikel yang bernas, saya selalu butuh riset yang dalem. Yang saya risetkan adalah 1) apakah warga netizen butuh isu dalam artikel itu apa enggak? (riset audiens), 2) kalau iya, netizen bakalan menanyakan isu itu dengan pertanyaan apa? (riset query), dan 3) sudah seberapa besar info yang tersebar di search engine untuk menjawab pertanyaan itu? (riset kompetitor)

Dan untuk riset kayak gini, biasanya saya butuh seminggu. Saya taruh aja agenda riset-risetan ini di minggu pertama tiap bulan.

Masalah berikutnya adalah menggarap konten blognya. Sebetulnya nulis dan menyediakan foto pendukung biasanya cuman butuh 1-2 jam. Tapi masalahnya, kalau mau artikelnya cepet menjangkau pageview yang banyak, artikelnya itu kudu dipromoin di sosial media.

grafis foto makanan di Instagram
Rencananya, gambar yang lagi saya bikin ini mau dijadikan konten untuk Instagram. Fungsi kontennya adalah memancing penonton Instagram untuk mengklik link di bio profil Instagram saya, dengan harapan klik itu menciptakan kunjungan pada artikel blog saya.

Dan sejauh ini, dari yang saya alamin, sosial media yang paling efektif menimbulkan kunjungan ke artikel saya itu, adalah Instagram Story. Dan sebaiknya konten Story-nya dalam bentuk video.

Dan karena blog saya ini tentang makanan, khususnya masak-memasak, maka sebelum video dibikin, saya kudu masak dulu. Kudu persiapan sebelum masak dulu. Kudu belanja sayur online dulu. Dan nyiapin alat untuk bikin konten makanan plus bikin setting ruangan supaya ciamik.

Alhasil, kalau saya bikin konten itu biasanya nggak cuman nulis dan motret doang. Tapi ya juga termasuk bikin video buat Instagram Story, sekalian ngedit dengan aplikasi editing video. Dengan segala macam kompleksitas problem mengedit video, maka nulis sampai ngedit materi pendukung itu butuh waktu kira-kira seminggu juga (karena saya kalo lagi shooting, sering direcokin anak saya, hahahaa..)

Terus, kalau sudah terbitkan artikelnya, artikel itu nggak pernah saya tinggal. Begitu saya punya link artikel baru, langsung saya share di accounts social media saya.

Berhubung ukuran audiens masing-masing account social media saya itu kecil alias jumlah followers saya cuman seuprit, saya juga berkongsi sama temen-temen lain yang sesama blogger dan baru update artikel juga. Contohnya nih, saya promoin artikel mereka di account Twitter saya, dan mereka juga promoin artikel saya di account Twitter masing-masing. Sehingga, jangkauan promosi kami masing-masing juga lebar.

Kongsi blogger yang saling share artikel ini lumayan berhasil lho bikin traffic ke blogpost saya. Lumayan lah buat naikin jumlah impresi untuk laporan iklan AdSense saya.

Selain share artikel baru ini di accounts social media, saya juga bikin backlink buat artikel ini di website lain. Alhamdulillah lho, tiap kali saya bikin artikel lain di website lain sambil pasang backlink menuju artikel utama saya di vickyfahmi dot com, selalu aja ada traffic yang ujung-ujungnya jadi impresi iklan AdSense juga.

Menulis-karangan
Biasanya saya bikin artikel juga di website lain untuk dijadikan backlink bagi artikel saya. Bikinnya di platform ngeblog massal, misalnya Kompasiana dan Medium. Follow saya ya di sana πŸ™‚

Bikin backlink secara manual kayak gini lumayan murah buat saya, sebab biayanya juga paling hanya secangkir kopi, wkwkwk.. Kalau saya ada dana lebih, mungkin kapan-kapan saya mau cobain pakai perusahaan jasa backlink aja.

Nah, karena acara share artikel dan bikin artikel backlink ini butuh waktu juga, jadi saya selalu matok durasi seminggu untuk kegiatan ini. Makanya saya cuman update artikel baru di blog saya itu rerata sebulan sekali doang. Karena untuk promoin setiap artikel itu juga butuh waktu yang nggak sebentar. Yang penting kan traffic-nya banyak, dengan effort yang cukup efisien, supaya saya ngeblog itu nggak menjadi blogger yang kelelahan.

Dan tentu saja yang saya perhatiin dalam sebulan itu nggak cuman artikel baru. Artikel lama juga tetep saya rawat lho. Biasanya saya milih artikel mana di blog saya yang kira-kira perlu direvitalisasi. 

Standar prosedur revitalisasi artikel lama ini hampir mirip kayak bikin artikel baru: Riset, lalu rewrite sambil perbaikin paramater SEO-nya. Terus diindeks kembali, lalu disebarin kembali di social media.  Dan untuk revitalisasi ini, butuh waktu seminggu juga.

Akhir bulan, selalu saya pakai buat evaluasi, apakah kerjaan saya selama 4 minggu terakhir ini kelihatan gunanya apa enggak. Minimal ya harus ada peningkatan kunjungan ke blog, dan harus ada peningkatan Average Duration on Page. 

Kalau nggak ada perbaikan angka, saya biasanya mengevaluasi, apakah kontennya memang nggak nyambung dengan pembaca yang dateng, apakah promosi di social media-nya kurang menarik perhatian audiens, dan share oleh komunitas social media yang mana yang paling berhasil menarik audiens baru. Yang nggak berhasil menarik perhatian audiens, perlu diprioritaskan belakangan dan saya perlu mencoba bermitra dengan komunitas yang lain lagi. 

Abis deh sebulannya, buat ngurusin artikel baru dan merawat artikel lama.

Ternyata, apa yang saya kerjain ini nggak beda-beda jauh dari temen-temen saya lainnya yang sesama blogger

Ada salah satu temen saya, yang namanya Bening Pertiwi, yang  juga sama-sama bikin rencana bulanan ngeblog. Selain update artikel di blognya sendiri pakai riset kata kunci, dos-q juga update artikel lama buat perbaikin parameter SEO dari artikel tersebut. Plus evaluasi target bulanan juga. Dari sekian banyak temen yang saya ketahuin blog plan-nya, saya paling respek sama rencananya Bening ini. Sebab dos-q mau maintenance artikel lama dan selalu mengevaluasi kerjaan kayak gini, sehingga dengan begini artikel-artikel lama yang pernah ditulisnya nggak akan jadi sampah digital percuma.

Nah, ngerti sekarang kan, antar minggu pun, kegiatan ngeblog saya juga beda-beda. Seperti minggu ini nih, jelas banget kesibukan saya adalah terbitkan artikel yang sedang kamu baca ini, dan share link-nya ke mana-mana.

Rencana Minggu Ini Terkait Ngeblog

Tanggal 13: Bikin artikelnya

Tanggal 14: Publish artikelnya, sambil share artikelnya di Facebook Group X, sambil share di Instagram Story sendiri sembari dibikinkan highlight, sambil kolaborasi di komunitas Twitter P untuk saling share link blogpost

sharing konten ke sosial media
Begitu saya terbitkan blogpost baru, saya share link-nya ke Facebook Group dulu. Kenapa bukan ke Facebook pribadi saya dulu? Soalnya selama ini jumlah pengunjung yang mengklik link dari Facebook Group selalu lebih banyak daripada jumlah pengunjung yang mengklik link dari Facebook pribadi saya, hihihihi..

Tanggal 15: Terbitkan backlink untuk artikel tanggal 14 berupa sebuah artikel di website lain. Evaluasi di Google Analytics, apakah shares pada tanggal 14 itu telah menciptakan kunjungan dari sosmed menuju artikel tanggal 14. (Kunjungan dari WhatsApp nggak boleh dihitung.)

Tanggal 16: Kalau hasil evaluasi Analytics tanggal 15 menunjukkan tak ada kunjungan dari sosmed, maka terbitkan sebuah post di feed Instagram untuk mempromosikan artikel tanggal 14, sambil share link artikel tersebut di account Twitter pribadi sembari mention komunitas blogger K, sambil share artikelnya di Facebook Group Y. Evaluasi di Google Analytics, apakah kali ini ada kunjungan dari Instagram atau dari website  lain menuju artikelnya.

Tanggal 17: Kalau hasil evaluasi tanggal 16 belum menunjukkan kunjungan dari sosmed, maka highlight  yang dibikin tanggal 14 dikolaborasikan dalam suatu komunitas Instagram Walking. Evaluasi di Google Analytics, apakah sudah ada kunjungan dari sosmed dan websites lain menuju artikelnya.

Tanggal 18: Share artikelnya di Facebook Group Z, sambil share link artikelnya lagi di Twitter pribadi, tapi kali ini sambil mention komunitas blogger L. Evaluasi di Google Analytics, apakah ada kunjungan tambahan dari sosmed dan websites lain menuju artikelnya.

Tanggal 19: Kolaborasi di komunitas Twitter Q untuk saling share link blogspot, sambil mengevaluasi mana komunitas yang berhasil menyumbangkan visitor pool paling berkualitas.

Jadi untuk urusan shareshare ini, saya kerjasama dengan sekitar 7 komunitas blogger. Alangkah bermanfaatnya networking itu!

Belajar Membangun Blog di Kelas Blogger

Nggak semua food blogger bercita-cita kayak saya yang ingin memakmurkan rekening AdSense, tapi saya rasa bagus banget kalau food bloggers mau belajar lagi tentang gimana membangun blog supaya semua tulisannya bisa selalu dibaca orang.

Saya belajar akhir-akhir ini di kelasnya BRT dengan menyimak perjuangan teman-teman sekelas supaya bisa lulus setiap tantangan dan masuk ke pelajaran berikutnya. Kebetulan saya sekelompok sama Bening yang saya ceritain blog plan-nya tadi, sesuatu yang mengejutkan buat saya karena sejak bertahun-tahun yang lalu Bening selalu misterius buat saya: Anaknya pendiam, jarang kelihatan di komunitas mana-mana, blognya masih baru, tapi di situs riset website saya berhasil nemu bahwa beberapa artikel Bening udah masuk Page One mesin pencari. Dan bener aja, dengan DA yang masih 9, Bening udah punya pageview bulanan melebihi 10.000 lho.

Temen yang baru saya kenal adalah blogger bernama Lailatul Istiqomah, yang sebetulnya saya kenali ketika dia dateng ke salah satu webinar saya tentang personal branding pada weekend lalu. Selama sekelompok dengan saya di kelas BRT, saya langsung tau bahwa dia masih pemula, soalnya saya meraba dari concern-nya tentang laptop yang cepet panas, kebingungan memenuhi tugas berupa cari temen sejumlah 30 orang buat ngomenin blog dia, dan bahwa dia memilih Blogspot sebagai blog pertamanya. 

Saya juga sekelompok sama Rhoshandayani Taslim, temen lama yang udah jadi sohib saya semenjak saya bikin komunitas Lingkaran Backlink. Rhos yang baru beresin S2-nya ini selalu saya hafal sejak dulu dengan slengean khas Jawa Timur region tapal kudanya. Tapi biarpun slengean gitu, ternyata Rhos juga telaten ngurusin dunia blogging yang juntrungannya ribet ini. Dia itu punya dua blog lho, dan dia ngejar Page One banget..

Sohib plek saya di kelompok ini jelas Ajeng Lestari. Ajeng temenan sama saya sudah hampir 3 tahun di Instagram (setidaknya begitu yang saya inget), dan hampir saban kali saya bicara di webinar tentang blogging, termasuk waktu saya nekad menggelar kelas online sendiri, alhamdulillah Ajeng selalu dateng ngeliatin saya. Sebetulnya saya belum pernah ketemu Ajeng, tapi saya selalu menghafal Ajeng sebagai blogger yang vokal ngurusin isu kesulitan menjadi orang tua; sesuatu yang tidak mengherankan, karena dia punya tiga orang anak, padahal umurnya belum 35, jadi pasti dia sutris.

Di kelas BRT, kita nggak cuman belajar SEO kayak di sharing SEO offline, tapi ternyata juga belajar membangun empati kepada teman-teman lain yang beda platform CMS, yang circle pertemenan blogger-nya masih sempit, dan juga kepada teman-teman sesama blogger yang udah malang-melintang sehingga agak takut berubah (yaa kayak saya ini).

Kesan Terakhir tentang Kelas Blogger dan Optimasi Blog

Pada akhirnya, saya merasa, perjalanan saya membangun blog untuk AdSense tentang food akan jadi lebih mudah. Karena, banyak banget trik strategi merencanakan blog yang saya dapetin di kelas blogger BRT ini.

Mungkin saya akan bagi-bagikan sedikit beberapa triknya di Instagram Story saya, @vickylaurentina. Nah, gimana tip andalanmu dalam mengoptimasi AdSense di blogmu? Ceritain ya di kolom komen πŸ™‚ 

46 pemikiran pada “Membangun Blog untuk AdSense: Suatu Rencana Blueprint”

  1. Aku jadi inget feedback mbak Vick di postingan sebelumnya tentang blog sebagai perusahaannya Mbak. Jadi memang bener-bener harus di-maintain & dimonitor perkembangannya ya.

    Appreciate banget sama Mbak Vick yang bener-bener put lots of effort untuk menyusun konten dari planning, writing, publishing s.d marketing.

    Inspiring banget ini mah.

    Untuk adsense, hmm…tampaknya saya bukan penganut adsense. Selain sampai hari ini nggak juga diterima, juga karena menurut saya, adsense a lil bit merusak tatanan blog post saya sih.

    But of course, itu preferensi pribadi saya.

    Anyway mbak, kenapa di kolom komentarnya nggak dikasih opsi untuk save nama & email? Biar pengunjung lama ga perlu ngisi lagi gitu pas ngomen.

    Balas
  2. Wow saya belajar banyak nih dari tulisan Kak Vicky. Dari kemarin-kemarin saya bertanya-tanya juga tentang gimana rencana blog post tahun 2022 nanti. Di taun 2020, taun pertama ngeblog masih menganut prinsip nulis aja dulu. Jadi banyak postingan cuma ya gitu isinya recehan. Hehe. Tahun 2021 ini, udah lebih mikirin struktur, riset keyword, SEO dll cuma rasanya belum optimal. Semoga taun depan bisa lebih baik lagi ngurusi blog supaya bisa seniat Kak Vicky gini sampek punya blueprint.

    Balas
  3. Saluuuuut Ama Vicky yg bener2 konsisten, effort bangettttt buat blog dan optimalisasi adsense nya . Aku sering ngikutin story2 mu ttg semua yg related blog. Walaupun sampai saat ini aku ttp blm tertarik utk daftar adsense, tapi pengen aja ngerti soal itu. Ga pake features nya, bukan berarti aku ga mau cari tahu juga. Setidaknya utk nambah2 knowledge lah, jadi kalo baca artikel ttg itu, ga buta2 amat.

    Harus belajar banyak nih dari kamu, utk bikin plan menyeluruh ttg blog ini .

    Balas
    • Waduh, aku masih belajar, Fan.. Hal-hal yang kutulis di Story itu adalah hal yang baru kupelajarin. Aku nulis di Story supaya nggak lupa, karena caraku belajar adalah menulis materinya ulang.

      Makasih ya, udah baca tulisan-tulisanku yang ruwet ini.. πŸ™‚

      Balas
  4. Wah baca artikelnya mba saya jadi keinget belum tuntasin blog plan saya nih hehe..Btw blog utama saya juga pake adsense mba pernah PO sih sekali, cuman ya itu belum dioptimalkan lagi sejak migrasi ke WordPress dan ternyata ilmu bikin blog Adsense ini butuh kekonsistenan tinggi ya, salah satunya dengan konsisten di 1 niche-nya juga πŸ™‚

    Balas
    • Aduh, sayang banget kalo nggak dioptimalkan lagi, Mbak Yanie.. Padahal blognya WordPress itu lebih gampang menghasilkan dari AdSense ketimbang blognya Blogspot.

      Ayo kerjain PR blogplan-nya yuk, biar nggak sampai melewati deadline..

      Balas
  5. aku yakin bgt mba Vicky pasti sukses dg target ini, karena mba Vicky selalu serius saat mengerjakan apapun. Mba Vicky juga selalu selangkah di depan. Mbaaaa aku pengen teriak, kenapa kamu keren sekaliii? Mba ini bukan basa-basi busuk yaa!

    Balas
  6. anu kak Vicky, art yang aku maksud itu bukan seni, melainkan singkatan dari artikel, hahaha.

    aku yo ngejar adsense juga
    tapi aku beda sama kak vicky yang fokus ke 1 konten lalu memperjuangkannya sebesar itu sampai2 cek GA tiap hari dan memperhatikan perubahannya

    aku siiih, bikin artikel yang dicari orang-orang. jadi aku gak mikir tentang visitor yang loyal. melainkan visitor yang mendapatkan jawaban di blog aku. aku perbanyak di situ.

    dan kadang, artikel yang menurut kita SEO banget, ternyata nggak nyangkut juga di page one google. makanya aku juga asal lempar aja ke google, soalnya masih cari tahu peluang besarku seperti apa

    Balas
  7. Mbaaa..membaca tulisan ini saya kebanyakan mlongo deh! Ya ampuuun..begitu banyaknya PR saya di dunia blogging ini.. Sata bersyukur masuh bisa kecipratan ilmu dari materi2 yang dibagikan oleh teman2 termasuk mba Vicky ini. Saya jadi semangat untuk belajar lagi.. Terima kasih mba…

    Balas
  8. Mbak Vicky, dua jempol untuk artikel ini. Dari artikel ini saya jadi tahu kenapa blog saya traffic-nya gitu2 aja padahal sudah punya artikel 1000 lebih dan unurnya juga sudah 10 tahun. Hahaha selama ini saya terlalu sedikit belajar maintain blog. Thanks Mbak Vick

    Balas
  9. Wah makasih informasinya, dapet ilmu baru. Aku juga suka rutin cek google search console, terus ngerapiin tulisan lama biar lebih seo friendly.

    Balas
  10. Menurutku untuk Food blogger kurang menjanjikan untuk adsense yang penghasilannya berbasis klik pada iklan.

    Jika saya cek blog mbak ada salah satu artikel yang masuk page one.itu bukan tentang makanan.tetapi tentang kecantikan coba mbak buat artikel di cluster topik artikel tersebut 5-10 artikel terus hubungkan artikel baru dengan internal link bolak balik(telnik silo) ke artikel yang sudah merengking tersebut.

    Di indonesia sendiri pemasang iklan (pengiklan) topik kecantikan bejibun

    Balas
    • Iya, memang banyak aspek yang menarik buat diulik, padahal tujuan akhirnya hanya ingin menyampaikan cerita dengan lebih menarik. Semangat ya, Isti, moga-moga bisa kerja sama lagi di masa depan πŸ™‚

      Balas
  11. Tahun 2022 udah di depan mata.
    Harus bikin perencanaan blog biar tahun depan ngga tambah ambyar. Wkwk
    Berhubung PV masih seuprit, aku belum tertarik pasang Adsense, nanti lah kalo PVnya udah kaya mba Echa. Kudu tahu juga cara letakkin iklan supaya ngga nyebar nutupin artikel. Iklan ditaruh di bawah artikel aja harusnya bisa ya mba?
    Riset Audience sama Riset Query ini lihatnya dimana ya?

    Balas
    • Aku pakai plugin khusus untuk naruh iklan di bawah artikel. Plugin semacam inilah yang ingin kupelajarin, siapa tau ada plugin yang ukurannya lebih ringan.

      Riset query bisa dilihat dari Search Console.

      Riset audiens? Nash..ini yang repot, karena aku cuman punya data demografi di Analytics, tapi datanya belum bisa menjelaskan minat. Sejauh ini yang bisa ditebak minat audiensnya baru dari Instagram..

      Balas
  12. Rencananya detail sekali kak, mantap!
    Sy jg baru memperbaiki struktur blog biar bs bersaing dg blog2 sekarang yg mendominasi halaman pertama Google.
    Semoga bs terealisasi awal tahun nanti…

    Balas
  13. Saya dulu sempat pasang adsense, tapi akhirnya karena merasa belum bisa begitu aktif optimasi, saya putuskan untuk lepas adsense, plus supaya blog saya gak berat lagi.

    Dulu kalo gak salah pas baru2 gabung di WAG, Mba Vicky, Bang Doel, Uda Fadli, Mba Rini sempat juga bahas tentang penting gak pentingnya adsense. Karena itu pula saya lepas 1,5 tahun lalu. Alhamdulillah sejak itu blog saya makin ringan dan saya fokus ke monetisasi blog lainnya, misalnya lewat sponsored post dan CP.

    Abis baca artikel Mba Vicky yang ini, saya jadi berandai-andai, someday saya bakal pasang adsense lagi. Mungkin ya seperti Mba Vicky tulis di atas, saya belum siap karena tantangannya itu loh. Hehehe.

    Thanks for sharing Mba Vicky.

    Balas
    • Bener, Mbak Mutia. Dalam setahun terakhir saya mulai paham bahwa banyak orang belum siap mempertahankan AdSense karena memang leletnya loading blog mereka belum bisa diimbangi oleh optimasi SEO pada masing-masing blog mereka.

      Belum paham optimasi websitenya, tapi sudah kepingin penghasilan banyak, lalu pengunjungnya jarang balik lagi, sehingga blognya jadi sepi dan AdSense-nya nggak kunjung pay out. Mudah-mudahan kita bisa belajar lebih banyak supaya website kita bisa dioptimasi lebih baik menjadi website yang banyak pengunjungnya, sehingga AdSense-nya jadi pay out ya, Mbak πŸ™‚

      Balas
  14. Blog untuk Adsense memang jumpalitan banget. Saya pernah mencobanya, pernah berhasil memasang iklan adsense di blog, giliran verifikasi PIN gak sampai-sampai. Beberapa kali ke kantor pos gak ada. Minta kirim PIN ulang, ubah alamat dengan huruf yang sama, juga tetep. Bolak balik ke kantor Pos, belum ada juga.

    Akhirnya sampai batas waktu blog saya harus direview kembali.

    Bener banget, Mbak. Memasang adsense itu bikin loading leled, terus ya gitu kalau masangnya gak bener, bakalan muncul di semua penjuru, kan malesin banget isinya iklan, hahaha.

    Balas
    • Aku ikut prihatin dengan temen-temen yang susah dapet penghasilan dari AdSense cuman gegara masalah belum dapet PIN ini. Temen-temenku yang sesama blogger itu banyak yang masih belum punya tempat tinggal tetap karena mereka juga sedang meniti karier, dan urusan PIN harus tiba di rumah itu sungguh merepotkan.

      Balas
  15. Wah salut, benar-benar merencanakan dengan matang. Aku dulu awal daftar google adsense semangat banget posting artikel, sekarang sudah tergantung mood πŸ˜€ aku sangat salut dengan blogger yang masih konsisten sampai sekarang bahkan sampai ada perencanaannya juga. Sangat profesional! Info yang menarik mba, sepertinya aku mau mulai memikirkannya juga πŸ˜€

    Balas
  16. Artijel blog plan yang beda dari lainnya. Bikin melongo as usual. Btw, aku juga bercita-cita bisa PO Google Adsense tahun depan. Saat ini lagi banyak cari-cari kelas Adsense gratis, wkwkwk. Tapi ntar kalau ada modal pengen juga ikut yang berbayar biar makin mantap.

    Sukses selalu kak Vicky.

    Balas
    • Aku kok susah ya nemu kelas AdSense yang dibawakan dengan enak gitu. Yang jual kursusnya umumnya gak bisa public speaking yang baik, atau materinya dijadiin satu sama FB Ads, gitulah..

      Mbak Marita kalo nemu kursus AdSense yang enak, kabarin yaa..

      Balas
  17. Seserius ini membangun blog untuk bisa memikat Adsense ya. Detail dan runut pula mbak Vicky ngejelasinnya.
    Semacam akan meminta tolong ke yg ekspert juga deh, biar bisa tembus. Aamiin

    Balas
  18. Wahh aku punya adsense 2 dengan kepemilikan nama dan identitas yang sama, atas nama saya sendiri. Hal itu dikarenakan adsense yang pertama pernah ke ban selama kurang lebih 2 tahun, dan akhirnya daftar baru di blog baru dan langsung diterima. Adsense lumayan juga lah buat menambah penghasilan, apalagi jika adsense blog dikolaborasikan dengan adsense youtube, aku terinspirasi dari bang joe candra hha..

    Awalnya semua iklan aku masukin kedalam blog, tapi setelah baca ini *eh bener juga yaa… Akhirnya aku cuma pake iklan otomatis dan beberapa iklan adsense dalam artikel aja hha.. Kadang kukira makin banyak ads makin banyak juga pendapatannya.. Tapi malah bikin lemot dan loading blog jadi lama banget. Semenjak aku pake auto ads ini yang klik iklan jadi lumayan banyak akhir-akhir ini, kemaren aja hampir 25an, padahal biasanya cuma 1 digit doang hha bahkan gak ada.. Makasih sharing nyaa, membantu banget

    Balas
  19. keren banget mbak vicky rencana buat blognya. kalau saya yang masih belum terealisasi itu optimasi tulisan lama sama bikin tulisan buat backlink ke tulisan sendiri. kalau buat promote tulisan juga cuma lewat blogwalking masih belum serius bikin copywriting di IGnya makanya juga PR banget nih buat ningkatin PV secara organik biar adsensenya banyak masuknya

    Balas
    • Dulu saya juga gak ada waktu untuk optimasi gitu. Tapi setelah saya bikin skala prioritas, baru saya bisa menyediakan waktu untuk optimasi.. Termasuk juga menyediakan waktu untuk belajar copywriting πŸ™‚

      Balas
  20. ada triknya sih biar ga lemot script iklannya, pakai async atau defer

    ga hanya itu, kualitas hosting juga ngaruh banget, apalagi perihal cache

    beberapa blogku juga pasang adsense, tp ya belum optimal penghasilannya

    alasannya karena pengunjungnya dikit

    lah gimana mau banyak, wong jarang nulis di blog itu

    bagusnya, 1 hari 1 artikel

    temenku yang kayak gitu, bisa gajian adsense tiap 2 atau 3 bulan

    Balas
  21. Halo, Mbak Vicky πŸ™‚ Selamat pagi, siang, sore dan malam hahaha πŸ™‚ Wuiiiiiiih, sepakat dong, ogah laaaaah jadi blogger yang kelelahan segitunya. Memang betul “No pain, no gain” ya, ngeblog buatku wajib bahagia πŸ™‚ Share link blogpost ke berbagai media sosial biasa aku lakukan begitu kelar judul baru. Waktunya suka2 aja pas senggang, ga pakai blog plan hehe.

    Kalau blog walking iya sih memang suka ikutan ngelist. Tapi jujur deh, kangen duluuuu banyak kunjungan sukarelanyaaaa πŸ˜€ Soal AdSense, aku minta tolong teman urusan setting penempatan iklan supaya tampilan blog ga terlalu rame kayak orang pergi ke pasar. Iya, main di backlink aja, makanya kata2nya harus menarik biar jadi kliknya hihihi πŸ˜€

    Waduuuh, jadi kepengen chat banyak di sini wkwkwkkwkw by the way, thanks yach sharing-nya keren buanget, mbak Vicky, yang IG Story nya selalu memukau dan hitz πŸ˜€

    Balas
    • Artikel yang lagi kita baca ini, termasuk salah satu artikel yang banyak banget dapet kunjungan sukarela. Sebagian besar komen dipicu setelah aku share di sosmed. Jadi kurasa, orang mau komen dengan sukarela kalau copywriting di sosmednya menarik + isi konten artikelnya relevan dengan kegelisahan mereka..

      Balas
  22. Sampai saat ini masih ragu apakah memang bisa menghasilkan adsense dari blog? Saya join dari 2015an, hanya 20/100. Bener2 buta ilmu tentang per-blog-an ini.
    Salut buat yang punya blog dan bisa menghasilkan

    Balas

Tinggalkan komentar