Puas Seminar karena Coffee Break

Sudah 20 menit pembicaranya mengoceh di depan seminar, dan pesertanya kelaparan, menguap, dan mulai mengintip rundown acara, mencari-cari kapan waktunya coffee break. Sementara itu panitianya juga berderak-derak gelisah di pos masing-masing, bolak-balik lihat jam tangan masing-masing, berharap segera waktunya coffee break, karena mereka merasa ada yang nggak beres dengan amplifier sound-system-nya. Plus seorang pembicara berikutnya barusan nyolek-nyolek, ngeyel minta gladi resik Power Point sebelum giliran dia ngoceh sungguhan nanti. Dan dia akan melakukannya pas waktunya coffee break.

Di sini kelihatan bahwa coffee break adalah saat yang didambakan semua orang yang ikut seminar atau konferensi. Panitia seringkali memperalat coffee break ini untuk membenahi sesuatu yang kurang. Seringkali event organizer begitu terburu-buru menjadwal coffee break yang cuman 10-20 menit ini. Orang belum selesai ngantre minum di coffee break, sudah dipanggil lagi untuk acara berikutnya. Seolah-olah panitia kepingin acaranya buru-buru segera selesai. Mungkin buat ngirit tarif sewa ruangannya yang dihitung jam-jaman.

Padahal, saya melihat peluang orang begitu banyak ketika coffee break tiba.

Read more

Dominasi Menu Vegetarian di Madame Chang

Restoran ini kalau saya bilang termasuk tempat nongkrong di Surabaya yang sukses menembak kalangan geng makan dari mana aja. Mau golongan emak-emak yang susah ngajarin anaknya makan sayur? Beres. Mau kelompok ibu-ibu sosialita yang kepingin cari tempat hits buat nego party-party dengan event organizer? Hayuk. Mau golongan nerdy bermodal minim yang cuman kepingin duduk minum es teh sambil main leptop? Monggo. Atau pasangan yang cuman lagi kepingin lunch bareng sembari mendiskusikan rencana pernikahan? Okeh. Atau bahkan orang-orang pemalas yang nggak mau keluar rumah dan cuman kepingin beli makan pakai delivery dengan harga reasonable? Siyaap.

Read more

The Hunger Kecanduan Risol Klenger

Seorang jemaah blog saya bilang di sini bahwa dos-q seneng risoles klasik dengan wortel dipotong dadu dan sedikit daging. Kalau saya sih lebih suka risoles yang begini ini, daging secukupnya, tapi mayonaisenya yang banyak sampai mayonya menyembul keluar dari dalamnya ketika risolesnya diiris.

Risol Klenger - makanan kecil - Eddy Fahmi
Risoles ini makanan kecil favorit kalau sedang bekerja.

Sekarang risoles dibikin pakai feature tambahan, dikasih serpihan cabai di dalamnya, sehingga ketika makan risoles pun rasanya pedas bukan main. Anehnya, biarpun kepedesan, bukannya minta berhenti, malah kecanduan minta nambah risolesnya lagi dan lagi..

Read more